Hari Jadi Ke-513 Kabupaten Demak, Momen Evaluasi Pembangunan

HUT-513Demak –Senin (28/3) Kabupaten Demak genap berusia 513 tahun. Memasuki usia 513 tahun tentu bukanlah suatu usia yang singkat. Banyak sekali perubahan yang terjadi seiring tingkat dinamisasi penduduk yang semakin aktif dari waktu ke waktu. Namun demikian, kondusivitas Kabupaten Demak dari waktu ke waktu selalu terjaga dengan baik. Kebersamaan serta kemitraan senantiasa terjalin baik dari berbagai pihak, antara pemerintah daerah, DPRD, TNI, POLRI, jajaran penegak hukum lainnya serta masyarakat.

Saya sangat bersyukur karena masyarakat Kabupaten Demak senantiasa bersemangat dalam menciptakan kehidupan yang aman, damai, tenteram, adil, makmur dan sejahtera. Hal tersebut menjadi sumber motivasi dalam melaksanakan berbagai kegiatan pembangunan di Kota Wali tercinta, sebagaimana tema Hari Jadi kali ini yaitu “Bersatu Membangun Kota Wali Menuju Demak Yang Lebih Sejahtera Dan Kondusif Dalam Nuansa Agamis”. Semoga semangat untuk membangun Demak, dari waktu ke waktu dapat terus meningkat,” kata Wakil Bupati Demak, Drs. Harwanto, saat memberikan sambutan pada Upacara Peringatan Hari Jadi.

Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Demak telah menunjukkan peningkatan yang signifikan. Sejak pengalihkelolaan dari Kantor Pajak Pratama ke pemerintah daerah pada tahun 2013, perolehan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan Perkotaan (PBB-P2) Kabupaten Demak setiap tahunnya terus meningkat. Oleh karenanya, PBB-P2 saat ini menjadi andalan pendongkrak PAD yang terus digali potensi pemasukannya demi mendukung pembangunan Kabupaten Demak.

Perolehan PBB-P2 Kabupaten Demak dari tahun ke tahun selalu melebihi target. Pada tahun 2013 realisasi PBB-P2 mencapai 18,7 miliar rupiah, tahun 2014 sebesar 21,3 miliar rupiah, dan pada tahun 2015 realisasinya sebesar 31,6 miliar rupiah. Seperti diketahui bersama bahwa pemasukan PBB-P2 adalah untuk menunjang pembangunan daerah atau wilayah, oleh karena itu kepada seluruh masyarakat dihimbau agar membayar PBB-P2 sebelum jatuh tempo.

Pada tahun 2016 ini Kabupaten Demak akan menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk infrastruktur jalan sebesar 60 miliar rupiah. Anggaran tersebut akan digunakan untuk mendanai 24 paket kegiatan jalan se-kabupaten. Selain itu, Demak juga mendapat dukungan bantuan gubernur (bangub) senilai 64 miliar rupiah.

Pemerintah akan melakukan betonisasi ruas jalan Desa Bedono sampai Desa Purwosari dan objek wisata Morosari di Kecamatan Sayung yang akan dilanjutkan dengan ditambah talud. Betonisasi lanjutan juga akan dilakukan di ruas jalan Onggorawe sampai Mranggen sepanjang 750 meter sekaligus pelebaran jalan. Tahun ini juga akan dilakukan perbaikan jalan di wilayah perkotaan. Jalan Sultan Fatah dan Jalan Sultan Hadi Wijaya akan diaspal hotmix.

Selain itu, jembatan gantung di Dukuh Pojok Desa Jragung Kecamatan Karangawen, jembatan di Desa Ngawen Kecamatan Wedung dan jembatan di Desa Rejosari Kecamatan Mijen yang menjadi penghubung Demak dan Jepara, pada tahun 2016 juga akan dibangun secara permanen dengan anggaran masing-masing sebesar 1 miliar rupiah. Sedangkan untuk pembangunan jembatan penghubung antara Dukuh Mboyo di Desa Karangsari Kecamatan Karangtengah dan Kecamatan Guntur dianggarkan senilai 1,5 miliar rupiah.

Pemerintah Kabupaten Demak pada tahun 2016 juga berupaya meningkatkan kesiapan menanggulangi bencana. Kondisi geografis yang berada di perlintasan sejumlah sungai besar, yakni Sungai Wulan, Tuntang, Sungai Dolog, Sungai Cabean, Kalijajar dan Sungai Setu, menjadikan Kabupaten Demak rawan bencana banjir. Hal inilah yang menjadikan Pemerintah Kabupaten harus bekerja ekstra keras karena bencana yang terjadi menyebabkan kerugian moril maupun materiil. Bahkan cukup banyak warga yang harus kehilangan harta bendanya. Oleh karena itu diperlukan kesiapsiagaan dan kewaspadaan dari semua pihak guna mengantisipasi terjadinya ancaman bencana.

Salah satu upaya pemkab Demak terkait penanggulangan bencana adalah dengan membeli alat khusus untuk survey dan pemetaan wilayah yang rawan bencana, yaitu alat foto video udara jenis drone. Alat yang mampu terbang selama 15 menit dengan jarak jangkauan 5 kilometer ini mampu mencatat data dan mendeteksi melalui gambar video kamera dari udara untuk daerah terpencil di Kabupaten Demak yang sulit dijangkau petugas dengan peralatan manual. Termasuk untuk memantau wilayah pesisir utara Demak yang mengalami abrasi dan rob, serta untuk mengecek kondisi sungai yang tanggulnya rawan jebol atau lokasi yang terkena banjir. Di Provinsi Jawa Tengah, baru BPBD Demak dan Grobogan yang memiliki alat ini.

Selain video drone, pemkab Demak juga telah menyiapkan mobil toilet khusus. Total anggaran yang disiapkan BPBD Kabupaten Demak adalah sebesar 6,8 milyar rupiah.

Untuk mengatasi abrasi, menurut rencana pada tahun 2017 mendatang akan dibangun giant see wall atau tembok pantai yang berupa sabuk sepanjang 15 kilometer dari Sayung hingga Wedung dengan dibiayai APBN. Kesemuanya tinggal menunggu perencanaan atau Detail Engineering Design (DED). Sabuk pantai berfungsi untuk menghentikan masuknya air laut ke arah daratan. Nantinya ombak tidak bisa langsung menuju ke arah pemukiman warga melainkan terhenti di sea wall terlebih dahulu. Sehingga di bagian dalam sea wall terjadi pengeringan air laut untuk selanjutnya akan menjadi daratan.

Pemerintah Kabupaten Demak juga terus memfokuskan perhatian pada bidang kesehatan, pendidikan, pariwisata dan pertanian. ”Jajaran Pemerintah Kabupaten Demak bertekad akan terus mengoptimalkan potensi-potensi yang ada dalam upaya mewujudkan masyarakat madani, adil, makmur dan sejahtera,” pungkas Wakil Bupati Demak. (Media Center)

 

 

Comments are closed.