BPBD Demak Gelar Pelatihan Penilaian Kerusakan Akibat Bencana

 DEMAKBPBD – Indonesia merupakan negeri yang sarat dengan bencana alam. Tak pelak bencana yang terjadi menimbulkan kerusakan dan kerugian yang cukup besar. Kerusakan yang terjadi tentu saja sangat berpengaruh terhadap jalannya penyelenggaraan pelayanan umum bila dibiarkan berlarut-larut dan tidak segera ditangani.

Namun sebenarnya dampak sebuah bencana dapat diukur melalui perhitungan nilai ekonomi dari akibat yang ditimbulkan oleh bencana tersebut. Dengan menggunakan metode the Economic Commission for Latin America and the Caribbean (ECLAC), yakni metode penilaian akibat bencana yang dikembangkan oleh ECLAC. Metode yang membagi dampak ke dalam tiga aspek utama yaitu kerusakan, kerugian, dan dampak ekonomi makro dari kerusakan dan kerugian.

Hal inilah yang melatarbelakangi diselenggarakannya kegiatan pelatihan penilaian kerusakan dan kerugian akibat bencana oleh BPBD Kabupaten Demak. Tujuan utama dari kegiatan pelatihan adalah untuk menilai seberapa besar kerusakan dan kerugian yang ditimbulkan akibat bencana. Sehingga jajaran pemerintah daerah dapat sesegera mungkin mengukur segala dampak bencana, memperkirakan investasi yang dialokasikan bagi kehidupan masyarakat dan pembangunan daerah. Dengan demikian bisa menentukan prioritas penanganan dan menetapkan strategi pelaksanaan rekonstruksi dan rehabilitasi.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari (25-26/5) di Kantor Diklat dan Litbang Kabupaten Demak tersebut dibuka oleh Asisten II Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Kesejahteraan Rakyat, Windu Sunardi, SH, MH mewakili Bupati Demak. Asisten II mengatakan bahwainventarisasi nilai kerusakan dapat dilihat dari nilai rupiah masing-masing unsur yang beresiko terjadi kerusakan apabila ancaman bencana terjadi. Misalnya jumlah populasi yang meninggal, serta jumlah rumah ataupun sarana prasarana lain yang dapat rusak.

Saya minta kepada seluruh peserta pelatihan untuk dapat memahami cara melakukan penilaian kerusakan dan kerugian akibat bencana secara tepat dan fokus. Mengingat penanggulangan bencana adalah urusan kita bersama antara pemerintah dan masyarakat,” jelasnya.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan pelatihan tersebut, jajaran BPBD Provinsi Jawa Tengah dan BPBD Kabupaten Magelang. (Media Center)

 

Comments are closed.