Gali Kreativitas Anak Melalui Permainan

mainan anak (90)DEMAK – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian stimulasi pendidikan. Hal ini untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

Masa pra sekolah adalah masa krusial dalam perkembangan fisik dan mental anak, yang biasa dikenal dengan istilah golden age. Mengingat pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini dalam rangka mempersiapkan pembentukan generasi muda yang berkualitas, maka pemerintah telah menetapkan regulasi melalui Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2013 yang berisi tentang Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif melalui layanan pendidikan, perbaikan gizi dan layanan kesehatan kepada anak usia dini. Kesemuanya membutuhkan kerjasama dari berbagai pihak dalam memberikan perhatian kepada anak-anak kita demi terwujudnya generasi yang sehat dan cerdas di masa yang akan datang.

Prinsip belajar anak usia dini adalah belajar melalui bermain. Sebagian besar waktu anak akan dihabiskan dengan aktivitas bermain. Anak belajar dan mendapatkan pengetahuan serta pengalaman baru juga melalui permainan. Karakter anak yang senang bermain menjadikan seorang guru/pendidik dalam mengelola pembelajarannya harus memperhatikan beberapa hal, meliputi konsep, tujuan dan syarat permainan untuk anak, penggolongan kegiatan bermain anak, bahan dan alat permainan yang sesuai dengan perkembangan anak, serta implementasi penggunaan permainan dan alat bermain dalam kegiatan pembelajaran.

Kamis (19/1) bertempat di Pendopo diselenggarakan kegiatan Diseminasi Permainan Anak 2017 dengan tema ”Melejitkan Kreativitas Anak Melalui Bermain” oleh Ananda Marga Universal Relief Team (AMURT) Indonesia. Pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Demak, Drs.Joko Sutanto didampingi Program Coordinator AMURT Indonesia, Suparmanto menyerahkan secara simbolis bantuan Alat Permainan Edukatif (APE) dari AMURT Indonesia kepada 40 lembaga PAUD/TK di Kabupaten Demak dampingan AMURT.

Turut hadir dalam acara tersebut Perwakilan AMURT Asia Tenggara, jajaran Himpaudi Provinsi Jawa Tengah, jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, jajaran Dinas Sosial Kota Semarang dan Kabupaten Demak.

Wabup mengatakan karakter anak yang senang bermain menjadikan seorang guru/pendidik dalam mengelola pembelajarannya harus memperhatikan beberapa hal, meliputi konsep, tujuan dan syarat permainan untuk anak, penggolongan kegiatan bermain anak, bahan dan alat permainan yang sesuai dengan perkembangan anak, serta implementasi penggunaan permainan dan alat bermain dalam kegiatan pembelajaran. Guru/pendidik sebagai kreator, pemimpin, dan pembimbing permainan di lembaga PAUD/TK harus jeli, kreatif dan inovatif dalam mengoptimalkan permainan di sekolah agar bidang pengembangan dan kecerdasan anak dapat dioptimalkan.

”Bila kreativitas dapat membuat permainan menjadi menyenangkan, maka anak pun akan merasa bahagia dan puas. Dengan demikian perkembangan anak pun akan semakin optimal. Anak adalah penentu kualitas sumber daya manusia Indonesia yang akan menjadi pilar utama pembangunan nasional. Oleh karenanya, perhatian terhadap anak merupakan tanggung jawab kita bersama,” tegas Wabup. (Media Center)

Comments are closed.