Pemkab Demak Gelar Rakor Sergab Guna Dukung Ketahanan Pangan Nasional

IMG-20170207-WA0006DEMAK – Senin (6/2) bertempat di Gedung Bina Praja, Pemerintah Kabupaten Demak menggelar Rapat Koordinasi Serapan Gabah (Sergab) Tahun 2017. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam upaya mendukung swasembada pangan dan ketahanan pangan nasionalyang telah ditargetkan oleh pemerintahan Jokowi-Jk.

Kabupaten Demak memiliki empat sektor unggulan yang menjadi penopang kemajuan daerah, yaitu sektor pertanian, kelautan dan perikanan, UMKM, dan pariwisata. Sektor pertanian merupakan satu dari tiga sektor lain yang diprioritaskan pengembangannya.

Dengan potensi lahan sawah 51.558 hektar dan mayoritas penduduk bermatapencaharian sebagai petani, menjadikan Demak sebagai penyangga pangan ketiga di Provinsi Jawa Tengah. Pada masa tanam I tahun 2016, Demak mampu mencapai provitas 75,51 kuintal per hektar. Ini merupakan provitas tertinggi se-Jawa Tengah. Oleh karena itu, pada tahun 2017, Kementerian Pertanian RI menargetkan luas tambah tanam padi Kabupaten Demak seluas 122.800 hektar. Meningkat sebanyak 21 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya seluas 101.490 hektar.

Pada tahun 2017 Kabupaten Demak mendapat anggaran dari pusat untuk kegiatan pengembangan budidaya padi inhibrida seluas 1.000 hektar dengan alokasi tersebar di 14 kecamatan se-Kabupaten Demak, kegiatan dem area jajar legowo 100 hektar dengan paket penuh dari APBD Kabupaten, dan bantuan benih bersubsidi dengan alokasi 25.000 hektar. Seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan guna memenuhi target yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pertanian melalui program upaya khusus peningkatan produksi padi, jagung, dan kedelai (upsus pajale)dalam mendukung swasembada pangan.

Demikian disampaikan Wakil Bupati Demak, Drs. Joko Sutanto saat membuka kegiatan rakor sergab. Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Demak Rozikan, Sekretaris Daerah Kabupaten Demak Dr. Singgih Setyono, M.Kes, jajaran Forkopimda, dan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dalam mewujudkan swasembada pangan masih ada beragam kendala yang dihadapi oleh pemkab Demak. Diantaranya panen masa tanam I bersamaan dengan curah hujan yang tinggi. Selain itu, banyak petani yang tidak memiliki mesin pengering sehingga mengakibatkan harga gabah terpuruk.

Melihat kondisi tersebut, peran bulog sangatlah dibutuhkan untuk menjaga kestabilan harga supaya petani tidak merugi. Hal ini dikarenakan bulog adalah pengatur kebijakan pengadaan gabah/beras dan penyaluran beras oleh pemerintah sesuai Inpres Nomor 5 Tahun 2015. Terlebih Menteri Pertanian telah menyatakan bahwa saat ini sedang dilakukan upaya penanggulangan atas penurunan harga beras.

“Saya sangat apresiatif atas diselenggarakannya rakor ini. Saya berharap agar seluruh pihak terkait dapat merapatkan barisan, berkoordinasi, dan bersinergi dalam upaya mewujudkan swasembada pangan dan ketahanan pangan nasional,” kata Wabup. (media center)

Comments are closed.