Bupati Tinjau Pembangunan Peternakan Jatisono Gajah

ternakDEMAK – Peternakan di Kabupaten Demak selama ini hanya fokus pada hewan ternak besar, seperti sapi atau kerbau saja. Masyarakat selama ini kurang berminat ternak ruminansia kecil seperti kambing atau domba. Padahal ternak kambing atau domba memiliki potensi yang sangat besar. Pada bulan Juni 2017 saja jumlah populasi ternak kambing mencapai 48.762 ekor dan domba 77.602 ekor.

Pengembangan budidaya peternakan ruminansia kecil seperti kambing ataupun domba adalah salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan ketersediaan protein hewani bagi masyarakat. Namun pemeliharaan ternak kambing oleh petani selama ini masih berpola ekstensif tradisional yang diwariskan dengan sistem dibiarkan lepas berkeliaran, diikat, dan berpindah-pindah guna mendapatkan pakan di lahan yang bebas. Hal itu mengakibatkan sulitnya mengontrol adanya penyakit, pengaturan pengembangbiakan dan perawatan ternak. Oleh sebab itu perlu dilakukan perbaikan dari sistem ekstensif ke semi intensif yaitu perawatan kesehatan, sistem perkandangan, pengaturan pakan yang lebih baik, dan pengaturan perkawinan secara tepat.

Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan membuka Sekolah Lapang Kambing atau Domba bekerjasama dengan Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Peternakan Provinsi Jawa Tengah. Demak merupakan salah satu daerah yang terpilih dari tiga daerah yang ada di Jawa Tengah sebagai tempat diselenggarakannya Sekolah Lapang Kambing/Domba.

Hal tersebut disampaikan Bupati Demak HM. Natsir saat melakukan Kunjungan Kerja Meninjau Pembangunan Peternakan di Desa Jatisono Kecamatan Gajah, Senin (25/9).

“Dengan adanya sekolah lapang ini para peternak dapat melakukan pemeliharaan kambing ataupun domba dengan lebih baik lagi. Dalam pemeliharaan kambing/domba yang perlu diperhatikan adalah pemilihan bibit, perkandangan, pakan dan kontrol terhadap penyakit. Namun kendala utama pemeliharaan kambing/domba adalah pada makanan. Makanan diperlukan untuk pertumbuhan dan penggemukan, pembiakan, kesehatan yang baik dan menentukan untung ruginya pemeliharaan ternak. Dengan adanya sekolah lapang, maka peternak akan dikenalkan pada jenis-jenis hijauan pakan ternak yang berkualitas dan sistem penanamannya,” kata Bupati.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Ir. Wibowo mengatakan bahwa penduduk Desa Jatisono sebagian besar adalah peternak domba menjadi alasan penting kenapa sekolah lapang diadakan di desa tersebut. “Satu peternak rata-rata memiliki 50 ekor domba,” tuturnya.

Bupati juga menyerahkan 12 ekor domba, bantuan berupa timbangan ternak, aplikator alat pemasang anting untuk identifikasi ternak dan pita ukur badan ternak atau weght band kepada Kelompok Tani Murni Jaya Desa Jatisono Kecamatan Gajah.

Ketua Kelompok Ternak Murni Jaya mengaku senang menerima bantuan tersebut. “Ini menjadi penyemangat bagi kami para peternak domba Desa Jatisono supaya lebih giat lagi dalam mengembangkan ternak kami,” katanya. (media center)

Comments are closed.