Ternak Sapi Di Demak Harus Terus Dikembangkan

ternakDEMAK – Perkembangan populasi sapi di tanah air terus bertambah seiring pertumbuhan penduduk. Hal ini berujung pada impor sapi dari luar negeri. Untuk mengurangi impor daging ini, pemerintah mengajak masyarakat guna mendukung program pemerintah dalam upaya meningkatkan populasi sapi menuju swasembada daging sapi untuk kebutuhan rakyat. Dengan demikian masyarakat dapat ikut serta melengkapi kebutuhan sapi nasional. Pemanfaatan sumber daya lokal harus dioptimalkan dengan meningkatkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.

Demikian disampaikan Bupati Demak HM. Natsir saat meninjau pembangunan bidang peternakan di Desa Rejosari, Kecamatan Karangawen, Senin (6/11).

Menurutnya di Kabupaten Demak sendiri kini mulai digalakkan pengembangbiakan sapi putih/lokal yaitu sapi brahman dan peranakan ongole untuk menyediakan calon indukan yang berkualitas.

“Dengan adanya pos pembibitan di Desa Rejosari ini diharapkan pengembangbiakan ternak sapi potong dapat lebih terbina dan terawasi oleh pemerintah. Mulai dari administrasi kelembagaan, pelaksanaan recording/pencatatan, pemilihan bibit, metode perkawinan, serta manajemen pemeliharaan. Agar berat badan ternak sapi meningkat maksimal diperlukan bahan pakan tambahan selain rumput berkualitas tinggi. Pemberian pakan tambahan ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan limbah pertanian dan sumber daya alam yang ada di sekitar kita,” kata Bupati.

Lebih lanjut dikatakan bahwa daging sapi bagi masyarakat Indonesia masih menjadi barang mahal. Mahalnya harga daging di pasaran berdampak pada kenaikan inflasi. Guna menekan angka inflasi, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan produksi sapi. Untuk itu diperlukan tempat pembibitan sapi yang lebih banyak.

Sebagai bentuk kepedulian, pemerintah juga menyelenggarakan Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) sebagai upaya untukmelindungi kerugian peternak akibat adanya ternak yang mati.

“Jaga kebersihan lingkungan pos pembibitan sehingga ketersediaan bibit sapi potong yang berkualitas serta berkesinambungan dapat terpenuhi. Kelola limbah yang dihasilkan sapi dengan maksimal, jadikan biogas dan kompos,” tegasnya.

Bupati minta kepada para peternak penerima bantuan yang tergabung dalam Kelompok “Utama Makaryo” Rejosari Karangawen agardapat memanfaatkan berbagai bantuan yang telah terima semaksimal mungkin.

Pada kesempatan tersebut Bupati juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada 3 kelompok tani berupa ternak sapi, peralatan, obat-obatan dan kandang kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui budidaya sapi potong, bibit hijau pakan ternak kegiatan APBN, polis dan klaim, asuransi AUTS kegiatan APBN.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, Ir. Wibowo menyampaikan bahwa kegiatan ini dimaksudkan untuk memberdayakan petani tembakau di 3 wilayah yakni Kecamatan Mranggen, Karangawen, dan Guntur supaya bisa mengembangkan peternakan sehingga bisa meningkatkan pendapatan petani.

“Potensi peternakan di Kabupaten Demak sangat besar, maka akan terus kita kembangkan dalam rangka mendukung program pemerintah menuju swasembada pangan,” tuturnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Camat Karangawen, Syahri beserta Forkopimcam Karangawen, Kepala Desa Rejosari, Petugas Peternakan Kecamatan dan Penyuluh Lapangan. (media center)

Comments are closed.