Uji Publik Penataan Dapil dan Alokasi Kursi Anggota DPRD

IMG-20180214-WA0000DEMAK – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Demak menggelar Uji Publik Penataan Daerah Pemilihan (Dapil) dan Alokasi Kursi Anggota DPRD Kabupaten Demak Pemilu Tahun 2019 di Hotel Amantis Demak, Selasa (13/2). Kegiatan tersebut terkait dengan tahapan program dan jadwal penyelenggaraan pemilihan umum tahun 2019. Tujuannya adalah untuk menyempurnakan gagasan yang telah dihimpun dan untuk menambah masukan-masukan dari partai politik.
Ketua KPU Kabupaten Demak mengatakan prinsip dapil diantaranya adalah kesetaraan nilai suara yaitu nilai suara (harga kursi) yang setara antara satu daerah pemilihan dan daerah pemilihan lainnya dengan prinsip satu orang satu suara satu nilai. Selanjutnya adalah ketaatan pada sistem pemilu yang proporsional yaitu ketaatan dalam pembentukan daerah pemilihan dengan mengutamakan jumlah kursi yang besar agar persentase jumlah kursi yang diperoleh setiap partai politik setara dengan persentase suara yang diperoleh. Penyusunan dapil harus dengan memperhatikan dapil yang sudah ada pada pemilu tahun sebelumnya, kecuali apabila aloaksi kursi pada dapil tersebut melebihi batas maksimal aloaksi kursi setiap dapil.
Perwakilan KPU Provinsi Jawa Tengah Muslim Aisha selaku narasumber mengatakan, dapil setidaknya memiliki empat dimensi dalam penyusunannya, diantaranya, hukum, akademik, sosiologis, dan politis. Hasil dari dapil adalah kursi yang diperebutkan dalam pemilu, dengan demikian penyusunan daerah pemilihan tersebut lebih banyak direspon secara politis daripada dimensi lainnya.
Ia juga menambahkan proses penyusunan dapil meliputi sosialisasi regulasi tentang penyusunan dapil, menghimpun masukan-masukan, menyusun draft, mengadakan uji, dan menetapkan usulan dapil ke KPU RI dengan mempertimbangkan segala masukan dan hasil uji publik.
Sementara itu Ketua KPU Kabupaten Kendal Drs. Joko J. Prihatmoko, M.Si mengatakan besaran daerah pemilihan menyangkup tiga hal diantaranya lingkup daerah pemilihan, prinsip yang mendasari aloaksi kursi, dan jumlah kursi yang diperebutkan di setiap daerah pemilihan. Pada prinsipnya Indonesia menggunakan sistem dan tata cara pemilu yang sama pada pemilu 2004-2019, yakni sistem prposional daftar terbuka untuk pemilu DPR/DPRD dan sistem distrik berperwakilan banyak untuk pemilu DPD.
Hadir dalam acara tersebut Ketua KPU Kabupaten Demak, Sekretaris KPU, Mantan Komisioner KPU, Ketua Panwaslih Kabupaten Demak, Forkopimda, perwakilan dari masing-masing anggota Parpol, dan SKPD terkait. (Humas Demak)

Posted in Berita.