Kemajuan Suatu Daerah Berawal Dari Desa
>
>
Kemajuan Suatu Daerah Berawal Dari Desa

DEMAK – Majunya suatu daerah di awali dengan bergeraknya masyarakat desa menuju kehidupan yang lebih baik. undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa telah memberi perubahan mendasar dalam sistem pemerintahan desa yang mengamanatkan pemerintah desa untuk lebih mandiri dalam mengelola pemerintahan dan berbagai sumber daya alam yang dimiliki. Hal itu disampaikan Bupati Demak yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan Ahmad Nur Wahyudi, SH.MH. saat membuka rapat koordinasi Tim Inovasi Kabupaten Demak Tahap II Program Inovasi Desa Tahun 2019 di Hotel Amantis, Rabu (13/11).
Dalam pelaksanaannya, lanjut Wahyudi, pemerintah berupaya meningkatkan kapasitas keuangan desa melalui dana desa dan alokasi dana desa.
’’Diharapkan setiap desa dapat memanfaatkan dana desa terutama untuk inovasi pembangunan desa sekaligus merevitaliasi peran pendamping dalam pengembangan potensi ekonomi desa agar tepat guna dan dirasakan oleh masyarakat,” kata Wahyudi.
Menurutnya, pembangunan fisik desa telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. kini saatnya melakukan pembangunan dari sisi sumber daya manusia.
”Ini berarti saatnya kita melakukan berbagai inovasi yang outputnya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mengurangi angka kemiskinan,” ujarnya.
Wahyudi meminta kepada seluruh jajaran pemerintahan kecamatan sampai ke desa untuk merencanakan dan melaksanakan berbagai program dan kegiatan yang bersentuhan langsung di bidang pemberdayaan masyarakat. termasuk bagaimana kita menuntaskan stunting.
”Penanganan stunting dapat dilakukan melalui penataan lingkungan, peningkatan sanitasi, penanganan sampah dan akses air bersih serta pemberian makanan tambahan kepada bayi dan balita. disinilah peran posyandu dapat lebih ditingkatkan,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Demak Drs. Daryanto, MM. Mengatakan dalam pelaksanaan Bursa Inovasi Desa di Kabupaten Demak yang dilaksanakan pada tanggal 23-26 Juli 2019, sebanyak 203 desa telah menandatangani Kartu Komitmen dan Kartu Ide, yang selanjutnya harus ditindaklanjuti dan dianggarkan pada APBDes tahun Anggaran 2020.
”Dari 203 desa terdapat 413 komitmen yang harus dikawal untuk masuk pada APBDes tahun 2020, dimana beberapa desa mempunyai komitmen lebih dari 1 komitmen. Melalui kartu komitmen dan kartu ide ini diharapkan muncul inovasi-inovasi baru maupun replikasi dari inovasi yang sudah ada,” kata Daryanto.
Daryanto mengatakan bahwa Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kecamatan Dempet saat ini mewakili Provinsi Jawa Tengah dan masuk dalam 3 besar dalam rangka proses seleksi di tingkat Nasional dan bersaing untuk menjadi TPID terbaik se-Indonesia.
”Mohon doa restu dan supportnya semoga TPID Kecamatan Dempet menjadi TPID terbaik se-Indonesia,” pungkasnya. (Humas Demak)

Bagikan

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart