2019, Pajak PBB-P2 Demak Mencapai 69 Milyar
>
>
2019, Pajak PBB-P2 Demak Mencapai 69 Milyar

DEMAK – Hingga Nopember 2019, Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Kabupaten Demak mencapai lebih dari 69 milyar rupiah (106%). Perolehan tersebut melebihi target yang ditetapkan yakni sebesar 65 juta rupiah. Hal tersebut terungkap pada Gebyar Pajak yang diselenggarakan di Pendopo Satya Bhakti Praja, Kamis (14/11).
“Alhamdulillah target PBB-P2 tahun ini melampaui target. Padahal ini masih bulan Nopember. 2019, perolehannya harus lebih baik”, tutur Bupati Demak, HM Natsir.
Orang nomor satu di Kabupaten Demak itu pun meminta seluruh jajarannya untuk bekerja secara maksimal agar perolehan PBB-P2 juga bisa maksimal. Hal ini dikarenakan pajak merupakan salah satu sektor pemasukan terbesar bagi penerimaan daerah. “80% PAD kita berasal dari sektor pajak. Maka, kita harus maksimal. Toh pada akhirnya nanti akan dikembalikan ke masyarakat dalam bentuk pembangunan”.
Hal senada disampaikan oleh Kepala Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kabupaten Demak. Menurut Suhasbukit, SH, MM pihaknya melakukan segala upaya untuk menggenjot perolehan PAD, utamanya dari sektor PBB-P2. “Kami lakukan jemput bola. Door to door. Secara rutin kami menyambangi seluruh desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Demak. Hal ini dilakukan sebagai upaya pelayanan prima kepada masyarakat. Sehingga masyarakat lebih mudah dalam melakukan pembayaran”.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Demak memberikan apresiasi kepada kecamatan, desa dan pihak swasta yang tepat membayar pajak. Kecamatan Kebonagung kembali menjadi kecamatan lunas PBB tercepat. Disusul oleh Kecamatan Mijen, Kecamatan Gajah dan Kecamatan Karanganyar. 161 desa di Kabupaten Demak juga telah lunas PBB-P2 per November 2019. Sedangkan dari pihak swasta, Hotel Amantis, PT Djarum serta PT Glory Industrial menjadi perusahaan lunas PBB-P2 tercepat dan terbesar.
“Saya berharap keberhasilan yang telah diraih dapat dipertahankan serta bisa diikuti oleh yang lainnya. Sehingga tahun 2020 mendatang, perolehan PBB-P2 lebih maksimal. Karena pajak untuk membangun daerah”, pungkas Suhasbukit. (Humas Demak)

Bagikan

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart