Screening Terhadap Penumpang Masuk Demak Diperketat
>
>
Screening Terhadap Penumpang Masuk Demak Diperketat

DEMAK – (8/4/2020) Pintu masuk di kabupaten Demak selatan yaitu Karangawen dan utara yaitu Demak Bintoto, dijaga Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Demak. Penumpang yang turun dilakukan screening awal sebelum mereka melanjutkan pulang ke rumah masing-masing.

Halaman RS Sultan Fatah yang berada di jalan raya Mranggen Karangawen sangat strategis untuk melakukan screening pemudik yang datang lewat jalur selatan Semarang- Grobogan via Mranggen. Sementara itu penumpang yang turun lewat jalur utara (Semarang – Sayung -Demak) di cek di terminal Bintoro dan Gedung Koni Demak (khusus untuk para santri).

Di Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Fatah yang terletak di Kecamatan Karangawen menerapkan piket jaga dari petugas medis Puskesmas yang ada di sekitar Karangawen. Menurut dr.Aris salah satu tim medis rsud tersebut menyebutkan, diantaranya Puskesmas Karangawen I, Karangawen 2, Mranggen 1, Mranggen 2, Mranggen 3, Guntur 1 dan Guntur 2.

DItambahkannya, RSUD Sultan Fatah menerapkan Alur Pelaporan Pendatang Kecamatan Karangawen dengan urutan sebagai berikut :

  1. Pendatang turun di RSUD Sultah Fatah untuk dilakukan screening kesehatan;
  2. Klau tidak turun di RSUD Sultan Fatah, Pendatang wajib Lapor ke Posko Desa (Bidan Desa, Babinkabtibmas, Babinsa dan Perangkat Desa);
  3. Pendatang mendapatkan Kartu Pendatang
  4. Pendatang melakukan isolasi mandiri selama 14 hari;
  5. Apabila selama 14 tidak ada keluhan (demam, batuk, nyeri telan, sesak nafas dan diare) maka sudah cukup, apabila ada keluhan seperti diatas, keluarga pendatang lapor ke Bidan Desa dan Bidan Desa melakukan koordinasi dengan tim covid-19 Puskesmas.

Sampai saat ini pemudik mulai tanggal 3 april  sampai dengan tanggal 7 april yang periksa ke posko RSUD Sultan Fatah berjumlah 201 dengan catatan 5 pemudik yg mengalami gejala batuk dan panas. Sedangkan laporan dari posko terminal Bintoro hingga Rabu (7/4/20) tercatat pemudik sebanyak 1.690 orang. Puncaknya pada akhir maret 2020 mencapai 426 orang, sementara itu pada 7 Maret hanya 19 orang yang turun. Kepala Dinas Perhubungan melalui Sekretaris mengatakan “Semua yang turun dilakukan cek suhu badan untuk mengetahui kondisi penumpang, kita lakukan sesuai protocol kesehatan, jika ada yang panas tinggi maka tenaga kesehatan akan melakukan tindakan medis”. (wid/kominfo)

Bagikan
Jam (Aktif) With JavaScript

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart