Pelaku Seni Beraudiensi Untuk Pemulihan Ekonomi
>
>
Pelaku Seni Beraudiensi Untuk Pemulihan Ekonomi

DEMAK – Pelaku seni yang tergabung dalam persatuan artis Musik Melayu Indonesia ( PAMMI) dan Persatuan Pengusaha Pasar Malam ( P3MI) beraudiensi dengan Forkopimda diruang transit pendopo kabupaten, Kamis(10/9/20) . Bupati HM. Natsir beserta Dandim 0716 Letkol Arh M Ufiz, Kapolres Demak AKBP Andhika Bayu Adittama, Sekda Singgih Setyono, Kasatpol PP M Ridhodin, Kabag Hukum, kepala Kesbangpol menemui pelaku seni dan pengusaha hiburan untuk untuk beraudiensi terkait pentas dimasa pandemi.

Perwakilan P3MI Jawa Tengah Muntohar menyampaikan, bahwa untuk pemulihan ekonomi masyarakat khususnya yang bekerja di bidang hiburan seperti pasar malam untuk diberikan ijin memulai berkarya. Sebab selama pandemi covid-19 seluruh event hiburan pasar malam terhenti.
” Kiranya bapak bupati dan Forkopimda dapat memberikan solusi atas kondisi yang demikian, sebab kami memiliki puluhan karyawan yang tidak bisa bekerja sehingga perekonomian mereka terpuruk” Jelas Muntohar.

Sedangkan perwakilan dari PAMMI Imam Gozali juga menyampaikan permasalahan yang sama, sejak dilarangnya akumulasi masa di tengah pandemi otomatis para seniman musik tidak bisa bekerja. Kedua perwakilan usaha hiburan tersebut juga menyatakan tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan ketat serta ada pengawasan dari aparat TNI dan Polri bila event pentas dapat diselenggarakan.

“Kami siap dengan aturan protokol kesehatan, seperti menyediakan tempat cuci tangan, mengatur jarak pengunjung, mewajibkan pengunjung bermasker dan membatasi waktu pertunjukan. Bahkan untuk penyanyi dan mc harus membawa mikropon sendiri tidak bergantian” Jelas Imam Gozali dan diamini Muntohar.

Dandim Letkol Arh M Ufiz menanggapi hal tersebut menyatakan, Pemulihan ekonomi harus tetap dilakukan sebab kalo dibiarkan berlarut larut akan lebih memperburuk keadaan. ” Untuk pemulihan ekonomi bisa dilaksanakan namun upaya pencegahan pandemi covid jangan dilupakan. Sebelum dibuka atau sebelum pelaksanaan pentas harus dilakukan simulasi dahulu, bagaimana penerapan protokol kesehatanya dan Forkopimda akan melihat pelaksanaanya.

Kapolres Andhika Bayu Adhitama menegaskan, yang terpenting konsistensi para pelaku seni dan hiburan untuk merealisasi penerapan protokol kesehatan. ” Sebab sering terjadi banyak mengumbar janji namun tidak pernah terealisasi. Penyediaan protokol kesehatan tidak hanya formalitas saja, namun betul betul dapat memenuhi harapan pemerintah” Jelas kapolres.

Sedangkan bupati HM Natsir mendukung arahan Dandim dan Kapolres, selanjutnya bupati meminta kapolres dan Dandim untuk membuatkan aturan atau standar protokol kesehatan diarea hiburan. Serta menempatkan aparat TNI dan Polri selaku pengawas dislliplin Protokol kesehatan turut memantau langsung dalam pelaksanaanya nanti. (Kominfo/rd).

Bagikan
Jam (Aktif) With JavaScript

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart