Kemenkes Gandeng Pemkab Demak Cegah Stunting
>
>
Kemenkes Gandeng Pemkab Demak Cegah Stunting

DEMAK – Masalah stunting merupakan masalah yang serius yang perlu mendapatkan perhatian khusus, karena ini mempengaruhi kualitas Sumber Daya Manusia kita. Salah satu fokus pemerintah saat ini adalah menangani dan mencegah masalah stunting pada anak sebagai akibat dari kekurangan gizi. Sementara di sisi lain, itu merupakan modal utama investasi pembangunan di Indonesia. Hal Ini memerlukan SDM yang berkualitas dimulai dari perolehan gizi yang baik sejak mulai dalam kandungan. Demikian disampaikan Konsultan Kementerian Kesehatan Hamam Hadi saat kegiatan Advokasi Pencegahan dan Penanganan Stunting Kabupaten Demak di Ruang Pertemuan Staf Ahli Bupati, Jumat (9/11).
Ia menjelaskan, stunting merupakan gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak lebih pendek untuk usianya. ”kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal kehidupan setelah lahir tetapi baru tampak setelah anak berusia 2 tahun,” jelasnya.
Stunting, lanjutnya, disebabkan oleh faktor multidimensi sehingga penanganannya perlu dilakukan oleh multisektor, diantaranya disebabkan oleh praktek pengasuhan yang tidak baik, terbatasnya layanan kesehatan termasuk ANC-Ante natal care, post natal dan pembelajaran dini yang berkualitas, kurangnya akses ke makanan bergizi dan kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi. “Selain itu faktor lain yang juga mempengaruhi stunting keterkaiatn derajat kesehatan kehidupan masyarakat yakni 40% faktor lingkungan, 30 % faktor perilaku, 20% faktor pelayanan kesehatan dan 10% faktor genetika,”ungkapnya.
Ia mengungkapkan upaya percepatan penurunan stunting yakni melalui intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif. Intervensi gizi spesifik meliputi memberikan makanan tambahan untuk mengatasi KEK pada bumil, tablet tambah darah untuk mengatasi anemia pada bumil, konsumsi garam beryodium, ASI Eksklusive, imunisasi, cuci tangan dengan benar, pemberian ASI sampai dengan usia 2 tahun didampingi dengan MP ASI yang cukup, obat cacing, makanan tambahan, vitamin A, penanggulangan malaris dan pencegahan diare. Sedangkan intervensi gizi sensitif meliputi bantuan rastra, ketahanan pangan, pembangunan perumahan, akses air bersih dan sanitasi, pendidikan dan kesehatan, bantuan sosial lainnya dan JKN.
Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Demak dr. Singgih Setyono, M.Kes mengajak berkomitmen kalau stunting merupakan masalah bersama yang harus diselesaikan secara bersama pula. “Kalau tidak diatasi maka stunting akan menjadi beban,” ujarnya.
Ia menambahkan, di Demak masih ada 10 Desa locus stunting yang tersebar di 14 Kecamatan. Pemerintah Kabupaten Demak juga sudah melakukan berbagai upaya dengan pemberian tablet RE untuk anak SD dan remaja putri untuk mencegah anemia. “Selain itu juga sudah melakukan kerjasama dengan KUA supaya memberikan informasi mengenai reproduksi. Puskesmas juga sudah memberikan informasi kepada ibu hamil terkait pentingnya 1000 hari pertama kehidupan, pemberian vitamin dan gizi kepada bayi dan pemberian ASI Exlusive,”pungkasnya. (Humas Demak)

Bagikan

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart