Bupati : Pemimpin Harus Ulul Albab
>
>
Bupati : Pemimpin Harus Ulul Albab

DEMAK – Syarat jadi pemimpin yaitu harus ulul albab. Hal itu mempunyai makna bahwa yang pertama seorang pemimpin harus multi ilmu, harus memiliki cakrawala berfikir luas. Yang kedua pemimpin harus mempunyai tanggung jawab yang tinggi. Ketiga, pemimpin harus memiliki komitmen yang kuat dan keberanian dalam mengkritisi keadaan agar terjadi perubahan yang lebih baik. Yang keempat segala kegiatannya harus bermuara pada nilai ketauhidan. Hal itu diungkapkan oleh Bupati Demak HM. Natsir saat berdialog dengan sejumlah pelajar MA Fathul Huda usai memimpin upacara dalam rangka Pendidikan Pendahuluan Bela Negara bagi pelajar di MA Fathul Huda, di Karanggawang, Desa Sidorejo, Kecamatan Sayung, Senin (19/11).
Oleh karena itu, lanjut Natsir, sebagai pelajar harus senantiasa belajar dengan tekun disertai beribadah dengan ikhlas. Karena belajar merupakan kewajiban. ”Manakala kita sudah melakukan kewajiban dengan baik, maka yang lain akan mengikuti dengan sendirinya. Belajar dengan baik ibadah dengan baik, karena kalian lah yang kelak akan menjadi pemimpin bangsa ini,” ungkapnya.
Sebelumnya, saat berikan sambutan pada upacara, Bupati Natsir menyampaikan, Bela negara, wawasan kebangsaan, dan rasa cinta tanah air harus terus di-tumbuhkembang-kan di kalangan generasi muda. Ini harus terus dilakukan agar para pelajar memahami selanjutnya menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. ”Kepada seluruh pelajar MA Fathul Huda Sayung, Bapak minta untuk selalu belajar sejarah. Dengan mengetahui sejarah, berarti generasi muda akan mengerti perjuangan para pendahulu dalam membangun negara dan bangsa Indonesia,”. Menurutnya, sebagai generasi muda pewaris bangsa di masa depan, sudah seharusnya sebagai pelajar memiliki, menjiwai, dan menghayati wawasan kebangsaan dan pendidikan bela negara. Penjiwaan dan penghayatan harus diwujudkan dengan memelihara, menjaga dan mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa.
Ia juga berpesan kepada pelajar di MA Fathul Huda harus selalu meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan, serta kualitas sumber daya manusia. ”Kalian semua harus mewaspadai beragam bentuk ancaman yang berdimensi ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya dan teknologi informasi yang dapat memicu proses disintegrasi bangsa. Pelajar hendaknya dapat memilah dan memilih kegiatan yang positif, meningkatkan kedisiplinan, serta menghindari berbagai kegiatan negatif. Ini sangat penting karena kelak kalian semua adalah penerus bangsa ini,” tuturnya.
Natsir menambahkan, tahun 2019 merupakan tahun demokrasi, bagi yang sudah berusia 17 tahun agar segera melakukan perekaman KTP elektronik. ”Saya minta sekolahan dapat memfasilitasinya bekerjasama dengan dindukcapil. Kalian sebagai pemilih pemula, gunakanlah hak pilih dengan baik dan jadilah pemilih yang cerdas,” katanya. (Humas Demak)

Bagikan

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart