Tim Siaga Darurat Demak Disebar Di 54 Titik Rawan Bencana
>
>
Tim Siaga Darurat Demak Disebar Di 54 Titik Rawan Bencana

DEMAK – Saat ini kita harus ekstra waspada karena perubahan dari musim kemarau ke musim hujan. Sebagai wujud kewaspadaan, saat ini Pemkab Demak telah menurunkan tim siaga darurat bencana yang tersebar di 54 titik rawan bencana. Pada tiap titik tersebut sudah ada tim yang menjaga selama 24 jam. Sehingga kalau terjadi sesuatu akan segera dilaporkan ke BPBD dan selanjutnya akan dikoordinasikan dengan tim yang ada untuk memutuskan apa yang harus segera dilakukan. Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Demak dr. Singgih Setyono, M.Kes usai pimpin apel siaga darurat banjir, puting beliung dan tanah longsor musim hujan tahun 2018/2019 di Alun-alun Simpang Enam Demak, Rabu (28/11).
Lebih lanjut Singgih mengatakan, apel siaga darurat bencana yang baru saja selesai dilaksanakan, sangat penting karena bertujuan untuk membentuk koordinasi dengan seluruh unsur yang terkait dengan kebencanaan. Apel tersebut dilaksanakan guna mempersiapkan seluruh personil dan peralatan penyelamatan termasuk dapur umum serta kendaraan operasionalnya.
Singgih melanjutkan, hakekat penanggulangan bencana adalah untuk mengurangi resiko dan menekan dampak bencana di masyarakat. Oleh karena itu segala upaya antisipasi bencana bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman bencana. “Semuanya harus dilaksanakan secara terencana, terpadu, terkoordinir, dan menyeluruh,” katanya.
Sekda Demak juga menjelaskan kondisi geografis yang berada di perlintasan sejumlah sungai besar menjadikan Kabupaten Demak rawan bencana, baik itu banjir, tanah longsor, ataupun angin puting beliung. “Hal inilah yang menjadikan Pemerintah harus bekerja ekstra keras karena bencana yang terjadi menyebabkan kerugian moril maupun materiil. Bahkan cukup banyak warga yang harus kehilangan harta bendanya,” ungkapnya.
“Bencana alam terjadi karena dipicu kondisi dan cuaca yang tidak menentu sehingga bencana pun terjadi tanpa diduga. Oleh karena itu diperlukan kesiapsiagaan dan kewaspadaan dari semua pihak guna mengantisipasi terjadinya ancaman bencana,” lanjutnya.
Dengan adanya beberapa ancaman bencana yang mungkin bisa terjadi di wilayah Kabupaten Demak, pada kesempatan itu Sekda minta kepada semua pihak terkait untuk bersatu padu melakukan langkah-langkah antisipasi. Termasuk apabila benar-benar terjadi bencana, resikonya bisa ditekan seminimal mungkin.
”Oleh karenanya melalui kegiatan apel ini kita dapat mengetahui dengan tepat kekuatan yang telah dipersiapkan untuk menanggulangi permasalahan apabila terjadi peristiwa bencana. Antara lain bencana banjir, tanah longsor, ataupun angin puting beliung yang mengancam masyarakat di musim penghujan seperti sekarang ini,” paparnya.
Ia melanjutkan, pencegahan dan penanggulangan bencana membutuhkan peran aktif dari semua pihak. Oleh karenanya antara pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat terjalin sinergitas dalam upaya penanggulangan bencana. ”Bencana memang tidak bisa kita hindari. Namun setidaknya kita dapat mengantisipasi dan memberikan reaksi cepat melalui prediksi kepada masyarakat untuk meminimalisir jatuhnya korban,” pungkasnya. (Humas Demak)

Bagikan

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart