Pembakuan Tata Rias Pengantin Demak
>
>
Pembakuan Tata Rias Pengantin Demak

DEMAK – Melalui tata rias pengantin, Staf Ahli Bupati Demak Muliana, SH mengajak untuk nguri-nguri budaya khas Kabupaten Demak. Demikian disampaikan saat berikan sambutan pada lokakarya pagelaran pembakuan tata rias pengantin daerah “pengantin adat Demak Glagahwangi dan pengantin adat Demak Bintoro” di Pendopo Kabupaten Demak, Jum’at (7/12).
Berbicara mengenai tata rias pengantin, lanjut Muliana, sangatlah berkaitan dengan budaya bangsa yang harus diuri-uri dan dilestarikan. Karena melalui rias pengantin, banyak hal yang dapat diungkapkan terutama mengenai tata cara, peradaban dan simbol-simbol kehidupan kita bermasyarakat. Dalam skala kabupaten pun, kita perlu melestarikan tata rias khas Demak-an, karena setiap daerah memiliki ke-khas-an sendiri-sendiri, yang berasal dari penggalian sejarah, potensi daerah serta berbagai hal yang mencirikan daerah tersebut.
“Saya minta kepada seluruh pengurus dan anggota HARPI Melati Kabupaten Demak untuk tidak hanya mengembangkan seni tata riasnya saja. Kembangkan pula busana pengantinnya, desain seislami mungkin dengan berpegang teguh pada potensi dan ciri khas Kabupaten Demak yang merupakan Kota Santri,” ungkapnya.
“Tingkatkan terus kreasi dalam seni tata rias pengantin. Sampaikan kepada anak cucu kita bahwa Demak memiliki peninggalan budaya yang adiluhung,” imbuhnya.
Sementara, Ketua DPC HARPI Melati Demak, Hj Ida Nursa’adah menjelaskan, Pengantin adat Demak Bintoro baru saja dibakukan, diharapkan hasil dari penggalian tradisi upacara adat pernikahan dan tata rias pengantin Demak bisa dipergunakan oleh warga dalam adat pernikahan khas Demak.
Lebih lanjut Ida memaparkan, sekitar setahun DPC Himpunan Perias Pengantin Indonesia (HARPI) ‘Melati’ Demak menggali tradisi upacara adat dan tata rias pengantin, dan pada tanggal 16 Oktober 2012 oleh konsorsium Jawa Tengah adat pengantin tersebut dibakukan. Namun ada beberapa paket yang disempurnakan. “Dan paket tersebut sudah dilengkapi dengan menyertakan cucuk manuk bebek dan daun blimbing yang menjadi cirri khas dari Demak,” papar Ida.
Namun dalam penetapan tersebut, lanjut Ida, hanya adat dan tata rias pengantin Demak Bintoro yang baru dibakukan meliputi pakaian keprabon dan pakaian pangeranan. Sebelumnya juga diupayakan pembakuan bagi adat dan tata rias pengantin Glagah Wangi namun adat tersebut dirasa belum berciri khas.
Pada kesempatan tersebut, tambah Ida, pihaknya memamerkan tata rias dan adat pengantin Demak Bintoro dan Pengantin Semarangan yang sama-sama sudah dipatenkan di tingkat nasional untuk meningkatkan kemampuan dan kapasibilitas para perias pengantin di Demak. Selain dua tata rias itu, dipamerkan juga tata rias pengantin paes ageng modifikasi. “Diharapkan dengan gelaran pameran tata rias pengantin tersebut, para perias tidak tertinggal dengan berbagai adat pengantin di Jawa,” pungkasnya. (Humas Demak)

Bagikan

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart