PMI Kabupaten Bantul Study Banding ke Demak
>
>
PMI Kabupaten Bantul Study Banding ke Demak

DEMAK – Sekretaris Daerah Kabupaten Demak dr. Singgih Setyono, M.Kes menerima kunjungan PMI Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta di Gedung Gradika Bina Praja, Jum’at (7/12).
Ketua rombongan dari PMI Bantul mengaku, Ia dan rombongannya bermaksud untuk melakukan studi lapangan terkait Prestasi gemilang yang berhasil diukir Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Demak. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya penghargaan nasional yang diterima sehingga menarik perhatian PMI lainnya di seluruh nusantara dan ASEAN. “kami ingin mengetahui lebih banyak tentang kegiatan siaga bencana berbasis masyarakat (SIBAT), termasuk dalam penanaman mangrove serta pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya.
Seperti diketahui, PMI Demak menjadi jujukan studi banding secara nasional setelah sebelumnya PMI pusat memberikan banyak penghargaan terkait kiprah PMI Demak. Penghargaan diberikan dalam temu sukarelawan SIBAT di Gunung Pancar, Sentul, Bogor yang berlangsung antara 16 hingga 20 September 2017 lalu. Beberapa penghargaan yang diterima tersebut menjadi motivasi bagi PMI Demak untuk terus memperbaiki diri dan berprestasi.
Ketua PMI Kabupaten Demak, dr Singgih Setyono M.Kes mengatakan bahwa Pemkab Demak akan terus mendukung dan mendorong PMI Demak supaya dapat berkiprah untuk masyarakat, termasuk kepedulian PMI dalam menggerakkan masyarakat untuk menanam mangrove.
“Kegiatan penanaman mangrove ini terus kami pantau dan lihat langsung ke lokasi. Keterlibatan langsung masyarakat menentukan keberhasilan kegiatan ini,” katanya.
Lebih lanjut Singgih mengatakan bahwa dengan banyaknya penghargaan nasional yang diterima tersebut, tentu menjadi tantangan bagi PMI Demak untuk terus mengembangkan kegiatan yang dilakukan selama ini.
“Kami bersyukur sekarang sudah banyak perusahaan yang melirik kegiatan PMI Demak ini. Bahkan, PMI Pusat pun berupaya menjadikan PMI Demak sebagai rujukan bagi PMI kabupaten/kota lainnya di Indonesia untuk belajar peran SIBAT termasuk dalam menanam mangrove,” katanya.
Masih dalam penjelasan Singgih, PMI Demak dipandang berhasil dalam program penanggulangan risiko bencana berbasis masyarakat. Sebab, dalam program tersebut, tidak hanya terbatas menanam mangrove untuk menangani abrasi saja, namun juga menciptakan mata pencaharian alternative bagi warga pesisir yang mayoritas nelayan.
SIBAT dari Desa Berahan Wetan misalnya, mengembangkan mata pencaharian alternative (MPA) berupa budidaya kepiting serta terkait mobil sehat untuk pelayanan kesehatan masyarakat. Kemudian, SIBAT dari Desa Kedungmutih membuat pusat edukasi mangrove. Yakni, pembelajaran tentang mangrove baik jenis maupun upaya pembibitan dan penanamannya. Lalu, edukasi silfo fishery terkait budidaya biota mangrove. Seperti kepiting, kerang, tiram, bandeng dan lainnya. Sedangkan SIBAT Desa Babalan menciptakan wisata susur sungai yang dikelilingi hutan mangrove. (Humas Demak)

Bagikan

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart