2018, Jumlah Penderita DBD Di Demak Menurun
>
>
2018, Jumlah Penderita DBD Di Demak Menurun

DEMAK – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak, Guvrin Heru Putranto, SKM, MM menyatakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Demak pada tahun 2018 menurun dibandingkan tahun tahun sebelumnya. “Dari tahun ke tahun kita menunjukkan upaya perbaikan Demam Berdarah. Pada tahun 2016 terdapat 898 penderita. Tahun 2017 menjadi 138 penderita. Sedangkan pada tahun 2018 menurun menjadi 42 penderita,” jelas Guvrin saat ditemui disela kesibukannya pada Jum’at (18/1).
Ia menambahkan, kasus DBD harus dicegah sedini mungkin. Pihaknya cenderung melakukan langkah pencegahan dengan melakukan sosialisasi ke desa, kerumah warga dan memberdayakan petugas puskesmas diseluruh kecamatan. “Kami mengimbau sekaligus mengajak warga untuk membasmi sarang nyamuk seminggu sekali. Karena tanpa peran serta masyarakat, kasus DBD akan berulang tiap tahun,” terang Guvrin.
Sementara, Kabid Pencegahan dan pengendalian penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Demak Heri Winarno, SKM, M. Kes menambahkan, fooging bukan solusi karena fooging hanya sebatas memutus rantai penularan, bukan membunuh jentik-jentik nyamuk yang berkembang. “Fooging hanya membunuh nyamuk yang dewasa saja, kami lebih menekankan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN),” katanya.
“Masyarakat terkadang menganggap enteng imbauan itu. Mereka baru ribut kalau ada kejadian. Pengasapan sendiri hanya dilakukan di daerah yang terindikasi ada penyebaran DBD,” tegas Heri.
Ia juga menyampaikan, di Demak ada gerakan 1 rumah 1 jumantik. Gerakan tersebut adalah kegiatan Menguras, Menutup dan Mendaur ulang (3M). Jumantik merupakan kegiatan melihat dan mengontrol jentik-jentik nyamuk seminggu sekali yang terdapat dibak air, vas bunga, Penampungan air, Kulkas, Dispenser, Ban-ban bekas dan benda yang bisa menampung air hujan. “Diharapkan agar warga masyarakat melakukan kegiatan PSN dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat,” pungkas Heri  (Humas Demak)

Bagikan

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart