Peningkatan Jumlah Penyerapan Tenaga Kerja Di Demak
>
>
Peningkatan Jumlah Penyerapan Tenaga Kerja Di Demak

DEMAK – Pada tahun 2018 Demak mengalami penyerapan tenaga kerja yang cukup signifikan. Tercatat, dari sebanyak 8.181 pemohon kartu Antar Kerja (AK 1), yang sudah bekerja sebanyak 4.545 orang. Dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah Pemohon Kartu Antar Kerja (AK 1) sebanyak 7.485, yang terserap hanya 556 orang. Demikian disampaikan Kepala Dinakerind Kabupaten Demak Eko Pringgo Laksito, Senin (24/1).
Pria yang akrab dipanggil Koko ini menjelaskan, Berdasarkan survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) Per Agustus 2017, jumlah angkatan kerja sejumlah 574.999 orang dengan penduduk yang bekerja sebanyak 549.295 Orang. Sedangkan angka pengangguran terbuka sejumlah 25.704 orang atau 4,47 persen tingkat penggangguran terbuka.
“Cara untuk mengurangi masalah ketenagakerjaan ya dengan kegiatan Job fair,” tegas Eko Pringgolaksito. Ia melanjutkan, pada tahun 2018, penyerapan tenaga kerja di Demak cukup lumayanhal itu dikarenakan adanya bantuan APBN dari Kemenaker berupa kegiatan Job Fair selama 2 hari yang diikuti 45 perusahaan. Dari jumlah pencari kerja 7.485 orang mampu menyerap lowongan 1.239 orang.
Koko menambahkan, Angka Pengangguran ini sangat fluktuatif, dipengaruhi karena terjadi PHK yang sudah bekerja dan angka lulusan fresh graduate dari SMK dan SMA yg tidak melanjutkan sekolah dan belum siap kerja.
Sementara, Supriyo Abdul Hadi, Kabid Bina Penempatan Tenaga Kerja dan latihan produktivitas tenaga kerja menjelaskan, dalam rangka meningkatkan kapasitas kompetensi tenagakerja sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dilakukan pelatihan. Di tempat pelatihan, para peserta nantinya tidak hanya dilatih, tetapi juga dilaksanakan pemagangan kerja selama 3 bulan di perusahaan. “Tentu saja hal itu berdasarkan Permenaker No. 36 Tahun 2016 tentang pemagangan dalam negeri,” katanya.
Berbeda dengan yang dilakukan oleh SMK atau Dinas Pendidikan, lanjut Supriyo, pada saat magang peserta akan diberi kegiatan uji kompetensi yang nantinya kalau lolos akan mendapatkan sertifikat dari Lembaga Sertifikasi Profesi.
Slamet Karyono, Kasi pelatihan dan produktivitas tenaga kerja menambahkan, pada tahun 2018 terdapat 2.450 Calon Angkatan Kerja (caker) di Kabupaten Demak. pihaknya berharap, mental Caker bisa diperbaiki untuk siap bekerja, mengurangi pola hidup konsumtif dan hedonisme, sehingga benar-benar sesuai harapan perusahaan. “Apabila berwiraswasta diharapkan mereka bisa lebih mandiri dan ulet dalam bekerja,” imbuhnya.
Slamet juga menerangkan, Tahun 2018 kita telah bekerja sama dengan USAID RWAP, yaitu sebuah lembaga sosial masyarakat yang tujuannya membantu lembaga pelatihan pemerintah Kabupaten Demak dengan pendampingan pengangkatan baik infrastruktur maupun sarana prasara. Selain itu, MoU dengan USAID SINERGI. Lembaga tersebut lebih di fokuskan ke program Inklusi Ketenagakerjaan yang menyasar pada anak muda dan kaum difabel. “Dengan harapan mereka akan mendapatkan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan keinginan mereka,” tambahnya.
Kasi Penyaluran dan Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Yogi Setyawan Widi menjelaskan, untuk syarat pembuatan Kartu AK1 cukup mudah, wajib datang secara pribadi dengan membawa KTP, KK, Ijasah terakhir yang dilegalisir dan foto ukuran 4×6 sebanyak 2 lembar. “Hanya membutuhkan waktu 10 menit kartu AK1 anda jadi, karena kita sudah sertifikat SNI-ISO 9001 : 2005,” pungkasnya.  (Humas Demak)

Bagikan

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart