Kunjungan Kerja Wagub Jateng Di Demak
>
>
Kunjungan Kerja Wagub Jateng Di Demak

DEMAK – Pengentasan kemiskinan harus dilakukan secara keroyokan. Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen saat kunjungan kerja di Kabupaten Demak. Kunjungan dalam rangka penanggulangan kemiskinan tersebut diterima langsung oleh Bupati Demak HM. Natsir, Wakil Bupati Demak Drs. Joko Sutanto dan Sekda Demak dr. Singgih Setyono, M.Kes di Gedung Ghardika Bina Praja, Selasa (29/2).
Dalam paparannya, orang nomor dua di Jawa Tengah itu menyarankan agar program dan kegiatan penanggulangan kemiskinan dilakukan dengan prinsip keroyokan. “Dalam menanggulangi kemiskinan kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Harus ada sinergi kerjasama dan kerja keras dari pihak terkait,” tegasnya.
Menurutnya, dalam mengentaskan kemiskinan yang terpenting adalah mengusahakan ekonomi, kesehatan dan pendidikan serta memberikan ketrampilan. “Agar tepat sasaran, untuk masyarakat yang terdata di data BDT (Basis Data Terpadu) supaya dilakukan verifikasi untuk meminimalisir exclusion error dan inclusion eror. Selain itu data BDT harus dipasang di papan informasi desa,” jelasnya.
Dunia usaha juga memiliki peran yang penting dalam penanggulangan kemiskinan, lanjut Yasin. Menurutnya, program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan (TJSLP) dan Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) secara sinergis dan berkelanjutan harus dioptimalkan. “Apalagi sudah ada banyak perusahaan yang berlokasi di Demak ini,” katanya.
Diakhir sambutannya yasin berharap agar Dana Desa dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya dalam penanggulangan kemiskinan bagi masyarakat desa. “Program penanggulangan di Jawa Tengah akan berhasil jika mendapat dukungan dari seluruh Kabupaten/Kota se Jawa Tengah,” tandasnya.
Sementara Bupati Demak HM. Natsir menargetkan pada tahun 2019, angka kemiskinan di Kabupaten Demak dapat turun dari 12,54% menjadi 10,6%. (Humas Demak)

Bagikan

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart