Entaskan Kemiskinan, Wagub Ajak Sedekah Jamban
>
>
Entaskan Kemiskinan, Wagub Ajak Sedekah Jamban

DEMAK – Salah satu cara untuk mengentaskan kemiskinan adalah dengan sedekah jamban. Demikian diungkapkan Wakil Gubernur Jawa Tengah, H. Taj Yasin Maimoen dalam Silaturahmi Wagub bersama warga Desa Tempuran, Selasa (29/1). “Pemprov punya sembilan program pengentasan kemiskinan. Salah satunya adalah dengan penanganan Rumah tidak Layak Huni (RTLH). Salah satu indikatornya adalah dengan jambanisasi”, tuturnya.
Menurutnya saat ini Pemerintah telah berupaya maksimal untuk mengentaskan kemiskinan. Namun, upaya tersebut belum maksimal tanpa bantuan dari masyarakat. “Lebih dari 31.000 rumah di Demak tidak punya jamban. Sedangkan kemampuan pemerintah tidak lebih dari setengahnya. Disinilah peran masyarakat dibutuhkan. Monggo bantu tetangganya membangun jamban. Gotong royong lah,” ajaknya.
Taj Yasin menambahkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah saat ini fokus pada 4 upaya penanggulangan kemiskinan yakni mengurani beban pengeluaran masyarakat (jaring pengaman sosial), meningkatkan kemampuan dan pendapatan masyarakat miskin, mengembangkan dan menjamin keberlanjutan UMKM, serta mensinergikan kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan.
“Program penanggulangan kemiskinan harus dilakukan secara keroyokan. Artinya, pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama. Jangan Cuma ngandelin pemerintah saja”, ungkapnya.
Sementara itu, Sardi salah satu warga dalam kesempatan tersebut meminta Wagub untuk membuatkan peraturan hukum yang mewajibkan anak-anak untuk sekolah madrasah diniyah (madin).
“Pembangunan harus didukung oleh mental yang bagus. Maka, pada kesmepatan ini saya minta agar pak Wagub membuatkan peraturan untuk mewajibkan anak-anak sekolah madin”, tuturnya.
Menurut guru madin di Desa Tempuran tersebut, saat ini anak-anak lebih memilih melihat HP daripada membaca Al-Qur’an. Tak hanya itu saja, saat ini para orang tua lebih memilih mendaftarkan putra-putrinya ke tempat les daripada ke madin.
Menanggapi hal tersebut, Wagub menilai bahwa untuk saat ini, aturan hukum yang mewajibkan anak untuk madin dirasa belum tepat. Mengingat saat ini bangunan madrasah diniyah belum sebanyak sekolah umum.
“Pemkab Demak kan sudah ada anjuran Maghrib Matikan TV Ayo Mengaji, sudah bagus itu. Nah sekarang kita edukasi masyarakat untuk mendaftarkan anaknya untuk madin. Jika dipaksakan, justru tidak bagus untuk perkembangan anak. Karena anak tidak merasa ikhlas untuk mengaji,”.
Dalam kegiatan tersebut, Wagub juga menyerahkan bantuan pembangunan masjid Al-Muttaqin sebesar 40 juta rupiah, serta bantuan RTLH sebesar 10 juta rupiah untuk warga Desa Tempuran Kecamatan Demak. (Humas Demak)

Bagikan

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart