Pelayanan Sosial Bagi Penyandang Disabilitas Intelektual ‘Pamardi Mulyo’ Demak
>
>
Pelayanan Sosial Bagi Penyandang Disabilitas Intelektual ‘Pamardi Mulyo’ Demak

DEMAK – Penyandang disabilitas harus mendapat hak perlindungan dan pelayanan sosial. Demikian disampaikan Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Drs. Nur Hadi Amiyanto, M. Ed. Melalui sekretaris Dinsos Provinsi Jateng Yusadar Armunanto, SH., MH saat ditemui di Rumah pelayanan sosial disabilitas intelektual ‘Pamardi Mulyo’ Demak, Rabu (30/1).
Menurutnya, pelayanan sosial merupakan suatu bentuk aktifitas yang bertujuan untuk membantu individu, kelompok, ataupun kesatuan masyarakat agar mereka mampu memenuhi kebutuhan – kebutuhannya, yang pada akhirnya diharapkan dapat memecahkan permasalahan yang ada melalui tindakan – tindakan kerjasama ataupun melalui pemanfaatan sumber – sumber yang ada di masyarakat untuk memperbaiki kondisi kehidupannya.
Yusadar juga menjelaskan bahwa Rumah pelayanan sosial disabilitas intelektual ‘Pamardi Mulyo’Demak yang berada di bawah naungan Dinsos Provinsi Jateng tersebut merupakan alih fungsi dari panti asuhan yang menangani anak asuh. “Berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 109 tahun 2016 tentang OTK tata kerja UPT. Dinas Sosial Provinsi Jateng bahwa ‘Pamardi Putra’ yang dulunya menangani anak asuh, mulai tahun 2017 beralih fungsi menangani disabilitas grahita atau disabilitas intelektual dan berganti nama menjadi Rumah Pelayanan Sosial (RPS) Disabilitas Intelektual ‘Pamardi Mulyo’ Demak,” ungkapnya.
Karena peralihan tersebut, lanjut Yasudar, saat ini penghuni RPS Disabilitas Intelektual ‘Pamardi Mulyo’ Demak sebagian dihuni anak yatim dan sebagian lagi penyandang disabilitas intelektual. Adapun jumlah keseluruhan ada 50 orang. “Sebanyak 34 anak yatim yang tinggal di sini Alhamdulillah sekolah semua. Ada yang masih di Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), SMA bahkan SMK. Sedangkan 16 lainnya merupakan penyandang disabilitas intelektual,” terangnya.
Diakuinya, dengan jumlah 11 pengasuh yang terdiri dari 8 PNS dan 3 tenaga kontrak, pihaknya memberikan bimbingan khususnya bagi penyandang disabilitas intelektual berupa bantu diri sehari-hari atau ADL, mulai dari bangun tidur sampai mereka tidur lagi. “kita masih dalam taraf mampu latih. Maksudnya, mereka baru bisa dilatih bagaimana cara gosok gigi, mandi, pakai baju sendiri dan makan sendiri. Jadi untuk penyandang disabilitas ini kami belum memberikan kegiatan yang bisa menghasilkan sebuah karya,” imbuhnya.
Agar pelayanan lebih optimal lagi, Yasudar berharap adanya penambahan sarana dan prasarana serta penambahan Sumber Daya Manusia (SDM) Pegawai yang profesional dibidangnya.  (Humas Demak)

Bagikan

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart