Cuaca Ekstrim, BPBD Demak Ajak Masyarakat Siaga Bencana
>
>
Cuaca Ekstrim, BPBD Demak Ajak Masyarakat Siaga Bencana

DEMAK – Menghadapi cuaca ekstrim beberapa hari terakhir, Pemerintah Kabupaten Demak meminta masyarakat untuk siaga bencana. Hal tersebut diungkapkan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Demak, Drs. M. Agus Nugroho Luhur Pambudi di ruang kerjanya, Kamis (31/1).
“Oktober sampai Maret itu merupakan bulan siaga bencana. Apalagi beberapa hari terakhir, intensitas hujan di Demak cukup tinggi. Gelombang laut juga mengerikan. Maka, masyarakat harus waspada. Para nelayan jangan dulu melaut,” ungkapnya.
Menurutnya letak geografis Kabupaten Demak menjadikan wilayah ini berpotensi terhadap beberapa bencana. Seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, kekeringan, kebakaran dan rob. “Seluruh wilayah di Demak berpotensi terhadap bencana tersebut. Kecuali tanah longsor. Hanya terjadi di Kecamatan Mranggen dan Karangawen. Sedangkan untuk rob, sebenarnya belum bisa dikategorikan sebagai bencana,” tuturnya.
Agus LP menambahkan, Kabupaten Demak sangat berpotensi banjir karena wilayahnya memiliki 14 sungai. “Demak berada wilayah hilir, sehingga aliran air dari dataran tinggi langsung ke Demak. Ditambah sedimentasi sungai cukup tinggi dan 54 tanggul dalam kondisi kritis”.
Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Demak secara rutin melakukan normalisasi tanggul kritis dan pengerukan dasar sungai. Juga mengedukasi masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai.
“Bersama beberapa OPD kita terus edukasi masyarakat. Jangan buang sampah di sungai. Ini terus kita lakukan. Karena penanganan bencana tidak hanya tanggung jawab BPBD saja. Namun tanggung jawab bersama. Maka dibutuhkan komitmen bersama”.
Untuk itu, Kepala BPBD menghimbau kepada seluruh Kepala Desa yang ada di Demak untuk bisa menganggarkan program tangguh bencana dalam Dana Desa (DD). “Saat ini Demak baru memiliki sekitar 25 tangguh bencana dan 4 posko bencana. Yakni posko Joko tingkir di Kecamatan Mijen, posko Kalijaga di Kecamatan karangawen, posko Angling Kusumo di Mranggen dan posko Glagah Wangi di Sayung. Idealnya setiap kecamatan memiliki satu posko bencana”.
“Kita terus edukasi masyarakat untuk bisa menjadi mandiri dalam menghadapi bencana. Karena saat terpenting adalah sesaat setelah terjadi bencana”, pungkasnya.  (Humas Demak)

Bagikan

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart