PAUD Di Demak Menuju Sekolah Inklusi
>
>
PAUD Di Demak Menuju Sekolah Inklusi

DEMAK – Anak berkebutuhan khusus selayaknya diberi perhatian penuh untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya melalui program PAUD Inklusi. Hal itu sangat penting untuk menghindari membeda-bedakan pendidikan dari berbagai aspek, baik ekonomi maupun keistimewaan fisik. Hal itu diungkapkan oleh staf ahli Pembangunan, Ekonomi dan keuangan Drs. Dwi Heru Asyanto saat membuka secara resmi acara Koordinasi dan Kerjasama Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Demak di Ruang pertemuan Wakil Bupati Demak, Selasa (26/2).

Senada dengan Heru, Kepala Bagian Kesra Setda Demak Anang Badrul Kamal, S. Sos, M. Si. mengatakan, anak anak berkebutuhan khusus harus diberi perhatian dan pendidikan yang baik agar mereka mampu mengembangkan potensinya.

Sementara, Kabid Pembinaan PAUD dan PNF Afida Aspar menyampaikan, sebanyak 897 sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Demak harus menyelenggarakan pendidikan inklusi, baik ada atau tidak ada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di sekolah tersebut.

Wanita yang akrab disapa Afida ini berharap seluruh Ketua HIMPAUDI kecamatan yang hadir pada acara koordinasi dan kerjasama PAUD itu bisa mensosialisasikan ke semua PAUD di Demak agar menyelenggarakan pendidikan inklusi.

Ia menambahkan, pendidikan inklusi merupakan sebuah sistem pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik berkebutuhan khusus atau bakat istimewa untuk mengikuti pendidikan secara bersama-sama dengan peserta didik lain pada umumnya.

“Perbedaan bukan merupakan masalah untuk peserta didik dalam mendapatkan pendidikan yang setara dan berkualitas. Karena pada dasarnya semua anak mempunyai hak yang sama untuk tidak di-diskriminasi-kan dan memperoleh pendidikan yang bermutu,” pungkasnya. (R3)

Anak berkebutuhan khusus selayaknya diberi perhatian penuh untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya melalui program PAUD Inklusi. Hal itu sangat penting untuk menghindari membeda-bedakan pendidikan dari berbagai aspek, baik ekonomi maupun keistimewaan fisik. Hal itu diungkapkan oleh staf ahli Pembangunan, Ekonomi dan keuangan Drs. Dwi Heru Asyanto saat membuka secara resmi acara Koordinasi dan Kerjasama Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Demak di Ruang pertemuan Wakil Bupati Demak, Selasa (26/2).

Senada dengan Heru, Kepala Bagian Kesra Setda Demak Anang Badrul Kamal, S. Sos, M. Si. mengatakan, anak anak berkebutuhan khusus harus diberi perhatian dan pendidikan yang baik agar mereka mampu mengembangkan potensinya.

Sementara, Kabid Pembinaan PAUD dan PNF Afida Aspar menyampaikan, sebanyak 897 sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Demak harus menyelenggarakan pendidikan inklusi, baik ada atau tidak ada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di sekolah tersebut.

Wanita yang akrab disapa Afida ini berharap seluruh Ketua HIMPAUDI kecamatan yang hadir pada acara koordinasi dan kerjasama PAUD itu bisa mensosialisasikan ke semua PAUD di Demak agar menyelenggarakan pendidikan inklusi.

Ia menambahkan, pendidikan inklusi merupakan sebuah sistem pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik berkebutuhan khusus atau bakat istimewa untuk mengikuti pendidikan secara bersama-sama dengan peserta didik lain pada umumnya.

“Perbedaan bukan merupakan masalah untuk peserta didik dalam mendapatkan pendidikan yang setara dan berkualitas. Karena pada dasarnya semua anak mempunyai hak yang sama untuk tidak di-diskriminasi-kan dan memperoleh pendidikan yang bermutu,” pungkasnya. (Humas Demak)

Bagikan
Jam (Aktif) With JavaScript

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart