Partisipasi Masyarakat Demak Pada Pemilu 2019 Harus Meningkat
>
>
Partisipasi Masyarakat Demak Pada Pemilu 2019 Harus Meningkat

DEMAK – Tingkat partisipasi masyarakat Kabupaten Demak dalam menggunakan hak pilih, pada pemilu 17 April mendatang harus lebih meningkat. Karena tingkat partisipasi masyarakat pada pelaksanaan Pemilihan Legislatif hanya 78,01% dan 71,08 % pada pemilihan presiden pada 2014. Sedangkan pada pemilihan gubernur Jawa tengah pada Juni lalu mencapai 57% dan pada pilgub tahun 2013 hanya 47%.

Demikian disampaikan Staf Ahli Bupati bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan Drs. Dwi Heru Asyanto saat membuka forum diskusi politik dan peningkatan wawasan kebangsaan bagi ORMAS/LSM dan Stakeholder di Kecamatan Guntur, Jumat (22/2).

Ia meminta semua yang hadir untuk turut berperan aktif meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilihan presiden maupun pemilihan anggota legislatif tahun ini. “Berikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pemilu. Ajak masyarakat untuk bersama-sama pergi ke Tempat Pemungutan Suara dan menggunakan hak suaranya dengan bijak. Kita semua harus bisa memberikan jaminan kepada masyarakat, bahwa mereka bisa menggunakan hak pilihnya tanpa ada paksaan. Jangan sampai pemilu nanti dinodai dengan praktek politik uang,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, bela negara, wawasan kebangsaan, dan rasa cinta tanah air memang harus terus di-tumbuhkembang-kan di masyarakat sedini mungkin. Hal ini sebagai pembangkit jiwa patriotisme dan nasionalisme bagi seluruh elemen masyarakat. “Ini sangat penting. Mengingat keberhasilan pemilu akan menjadi landasan bagi kehidupan politik kita di masa depan. Selain kondusifitas wilayah, partisipasi pemilih menjadi poin penting dalam keberhasilan pemilu. Sukses tidaknya pelaksanaan pemilu, salah satunya ditentukan oleh partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya,” katanya

Ia juga meminta kepada segenap yang hadir untuk berperan aktif mensosialisasi penyelenggaraan pemungutan suara yang dilaksanakan KPU. Hal ini guna memberikan penjelasan dan pemahaman tentang arti sesungguhnya dari demokrasi kepada seluruh masyarakat, khususnya mereka yang telah memiliki hak pilih. “Saya minta manfaatkan teknologi untuk ajang sosialisasi pemilu. Jauhi berita-berita bohong yang tujuannya hanya untuk mengadu domba. Jika mendapatkan informasi, saring dengan benar. Jangan asal menyebarkan dan akhirnya merugikan diri sendiri,” pesannya.

Kepala Kantor Kesbang Polinmas Kabupaten Demak Agus Herawan, S.IP.MM. mengatakan saat ini masih dalam tahapan masa kampanye sampai dengan tanggal 13 April. Ia menghimbau kepada masyarakat untuk memilih wakil rakyat sesuai hati nurani. “Jangan salah memilih karena akan menentukan nasib negara kita lima tahun ke depan. Jangan terprovokasi dengan berita-berita hoax yang tidak jelas sumbernya,” pungkasnya. (Humas Demak)

Bagikan

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart