ASN Demak Wajib Menggunakan Bahasa Jawa
>
>
ASN Demak Wajib Menggunakan Bahasa Jawa

DEMAK – Dalam rangka pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program pengembangan nilai budaya, Pemerintah Kabupaten Demak gelar rakor peningkatan pengetahuan Bahasa Jawa bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Aula PGRI Kabupaten Demak, Senin (29/4).
Sejumlah 66 peserta dari setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Demak ikut serta dalam kegiatan tersebut. Bupati Demak dalam hal ini diwakili Staf Ahli Bupati bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Muliana, SH. dalam sambutannya ia menyampaikan apresiasi atas diselenggarakannya rakor tersebut. ”Hal ini sesuai dengan Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 57 tahun 2013 tentang Bahasa, Sastra dan Aksara Jawa. Dalam berkomunikasi setiap Kamis, seluruh ASN wajib menggunakan bahasa jawa,” ungkap Muliana.
Menurutnya, sebuah kebudayaan harus jadi kebanggaan, bukan dengan ancaman dan paksaan. Mengingat di era global saat ini, keberadaan bahasa jawa semakin luntur. “Generasi penerus kita mulai enggan memakai bahasa jawa. Mereka lebih suka memakai bahasa Indonesia yang disisipi istilah asing. Tidak salah memang, namun alangkah baiknya jika bahasa Jawa tetap digunakan sebagai bahasa sehari-hari,” tuturnya.
Muliana meminta kepada seluruh hadirin untuk dapat menjadi contoh dalam mempertahankan kebudayaan, khususnya bahasa jawa. “Mari kita budayakan berbahasa jawa dalam kehidupan kita sehari-hari. Ayo bareng-bareng mbangun Demak dengan nguri-nguri bahasa jawa. Hal ini sesuai dengan tema rakor kita kali ini. Yakni Basa Jawi Minangka Penyengkuyung Mbangun Demak,” jelasnya.
Di akhir sambutan Muliana mengajak agar anak-anak bisa menguasai bahasa jawa yang merupakan bahasa ibu. Sebagai orang tua tentunya tidak ingin anak kita ketinggalan zaman. Namun, juga tidak boleh lupa akan kebudayaan bangsa dan peninggalan leluhur. “Ajarkan dan biasakan anak-anak kita untuk menggunakan bahasa jawa dalam berkomunikasi sehari-hari dari rumah. Dalam kehidupan sehari-hari ada tata krama dan sopan santun. Yang muda menghormati yang lebih tua, sebaliknya yang tua menyayangi yang muda,” pungkasnya. (Humas Demak)

Bagikan
Jam (Aktif) With JavaScript

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart