Djarum Foundation Kudus Kunjungi Eko Wisata Reduksi Kedungmutih Demak
>
>
Djarum Foundation Kudus Kunjungi Eko Wisata Reduksi Kedungmutih Demak

DEMAK – Ekowisata Reduksi (Rumah Edukasi Silvo fishery) desa Kedungmutih Kecamatan Wedung dikunjungi tamu dari Djarum Fondation Kudus. Mereka adalah mitra PMI Demak yang telah melakukan kerjasama pemberdayaan masyarakat di Demak. Kunjungan ke Eko Wisata Reduksi atau Markas sibat setelah silaturahmi Djarum Foundation Kudus di terima Bupati Demak HM. Natsir yang didampingi Wakil Bupati Drs. H. joko Sutanto, Sekretaris Daerah dr. Singgih Setyono M, Kes, Kamis (2/5) di ruang transit Pendopo Kabupaten.
Tiba di Reduksi yang didirikan oleh Palang Merah Indonesia ( PMI ) Kabupaten Demak sejak Januari 2016, Ketua PMI dr. Singgih Setyono M. Kes. menjelaskan kepada Fx Supanji dan rombongan tentang Reduksi yang dikelola anggota Sibat yang juga dikenal sebagai personil Dapur Umum (DU) PMI Demak yang tangguh dan teruji dan sudah sering diterjunkan ke beberapa daerah bencana di seluruh Indonesia.
Reduksi unggulan Demak ini berupa kawasan hutan mangrove mini seluas sekitar 1 hektar dengan konsentrasi rehabilitasi hutan mangrove. Kawasan ini menurut dr. Singgih awalnya adalah sebuah kawasan pantai yang rusak, namun berkat kerja keras Tim Sibat, kini menjadi hutan mangrove yang tumbuh lebat dengan jumlah populasi sekitar 127 ribu batang mangrove dari berbagai jenis spesies hingga kini menjadi pusat edukasi serta tujuan wisata.
Ahmad Rois dan Muhalim, tokoh Sibat menjelaskan sejarah berdirinya Reduksi ini berawal dari sisa mangrove yang di tanam di Aceh pasca Tsunami 26 Desember 2004. Dari pengalaman Tsunami Aceh membangkitkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menanam Mangrove. Kemudian upaya mereka dikaji secara mendalam oleh tim ahli dari IPB termasuk merancang tentang konsep wisata mangrove hingga kemudian berhasil sampai sekarang.
Rombongan Djarum Foundation juga dijamu dengan masakan kas hasil biota laut dan tambak yang menurut pengakuan warga setempat sekarang mudah di temui lagi setelah ada hutan mangrove. Olahan buah mangrove pun sudah bisa dimanfaatkan masyarakat desa untuk menambah penghasilan. Diantanya Kepiting jantan telor , ikan tambak goreng, udang goreng dan cumi cumi kecap manis semua hasil tangan trampil tim DU Sibat.
“ Dari upaya rehabilitasi hutan mangrove antara Sibat PMI dan masyarakat, sekarang sudah tampak hasilnya yang langsung bisa dinikmati. Hasil laut dan tambak kembali meningkat karena ekosistem terjaga, masyarakat juga sudah bisa mengolah buah mangrove menjadi beberapa produk unggulan. Dengan kata lain alam pantai terjaga, sumber penghasilan masyarakat pesisir makin banyak, merata dan berkah,” ungkap dr. Singgih. (Humas Demak)

Bagikan

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart