Pencanangan One Map Policy di Demak
>
>
Pencanangan One Map Policy di Demak

DEMAK – Bupati Demak HM. Natsir mengaku apresiatif atas dicanangkannya kebijakan satu peta (one map policy) Kabupaten Demak. Ia beralasan karena hal itu sejalan dengan misi ke-2 kabupaten Demak yaitu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, efisien, dan akuntabel. Selain itu juga untuk mendukung program Demak Smart City. Demikian disampaikannya saat pencanangan kebijakan satu peta Kabupaten Demak dan pembagian peta digital Desa dan Kelurahan yang berlangsung di Ghradika Bina Praja, Selasa (28/5).
Ia berharap dengan pencanangan Kebijakan Satu Peta tersebut akan mempermudah dalam penyusunan peta digital untuk desa/kelurahan serta dapat mempermudah untuk penyusunan tata ruang wilayah (RTRW) Kabupaten atau Desa. “Seperti dalam bidang pertanian. Di mana bidang pertanian hingga kini masih dijadikan salah satu sektor andalan di Kabupaten Demak, mengingat sebagian besar masyarakat Demak masih mengandalkan sumber nafkah dari sektor ini,”katanya.
Kepada Kepala OPD dan Camat, Bupati berharap, apabila sudah terkumpul peta digital agar dapat menggunakan nya dengan baik. “Kepada para lurah dan kepala desa yang menerima peta digital saya minta dapat memfungsikannya dengan maksimal,” tandasnya.
Asisten I Sekda Demak Ahmad Nur Wahyudi, SH., MH mengatakan bahwa seluruh Kades/Lurah se Kecamatan Demak yang hadir pada acara tersebut diminta untuk mensertifikatkan tanah desanya masing-masing. Kedepan ia berharap, seluruh tanah desa di wilayah Demak tersertifikat sehingga 143 desa dan 6 kelurahan di Demak mempunyai peta wilayah dalam bentuk peta digital.
Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Demak Taufik Rifa’i, M.Si menjelaskan, Kebijakan satu peta bertujuan untuk terpenuhinya satu peta yang mengacu pada satu referensi geospasial, satu standar, satu basis data, dan satu geopartal, guna percepatan pelaksanaan pembangunan nasional. Artinya, perencanaan pembangunan, penyediaan infrastruktur, penerbitan izin, dan hak atas tanah, serta berbagai kebijakan nasional dapat mengacu pada data spasial yang akurat. Di mana konsep KSP adalah untuk menyatukan seluruh informasi peta yang diproduksi oleh berbagai sektor ke dalam satu peta secara integratif. Dengan demikian tidak terdapat perbedaan dan tumpang tindih informasi dalam peta. (Humas Demak)

Bagikan
Jam (Aktif) With JavaScript

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart