20 Tahun Ke Depan Generasi Emas Lahir dari Lulusan Yayasan Ar Rahman Karangsari Demak
>
>
20 Tahun Ke Depan Generasi Emas Lahir dari Lulusan Yayasan Ar Rahman Karangsari Demak

DEMAK – Bupati Demak HM. Natsir memberikan arahan dan motivasi kepada siswa-siswi Yayasan Ar-rahman dalam angka Ulang Tahun ke 6 dan Akhirussanah sekaligus pelepasan anak didik Kelompok Bermain, Taman Kanak-Kanak tahun ajaran 2018-2019, bertempat Halaman Sekolahan Sabtu (15/6).

“Bunda-bunda harus lebih bersemangat dalam memberikan bekal pendidikan kepada siswa-siswi nya, saat ini belum bisa dilihat hasilnya, akan tetapi 10-20 tahun kedepan mereka akan memperoleh hasil yang dibanggakan oleh orang tuanya, sesuatu yang sangat indah dan generasi emas dimasa datang”, jelas HM. Natsir.

“Saya ucapkan terimakasih kepada seluruh wali murid yang telah mempercayakan putra-putrinya untuk dididik dan dibina di Yayasan Ar-Rahman. Sehingga terlahir generasi penerus yag handal, memiliki bekal dibidang akademik, agama dan ketrampilan. Ketiga hal tersebut harus seimbang dan sesuai dengan porsinya, ungkapnya.

Setelah memberikan sambutan Bupati Demak HM. Natsi memotong tumpeng sebagai tanda peringatan Ulang Tahun ke 6 dengan didampingi Fathur Rohman, SPd.I Ketua Yayasan Ar-Rahman, Lilik Handoyo Sekcam Karangtengah, Abdul Fariz Kepala UPTD Dikbud Karangtengah, serta Ustadz-Ustadzah Ar-Rahman
.
Fathur Rohman menyampaikan “Yayasan kami bediri sejak tahun 2013, sampai dengan sekarang sekitar 500 anak yang sudah lulus. Kegiatan di Yayasan Ar-Rahman diantaranya TPA (Taman Penitipan Anak), KB (Kegiatan Bermain), TK (taman Kanak-Kanak) dan TPA (Taman Pendidikan Al-Quran).

“Untuk Penitipan anak dimulai pukul 6 pagi sampai dengan Pukul 4 sore, untuk biayanya relative terjangkau hanya Rp. 400.000,- per bulan. Yang penting orang tua datang membawa pakaian ganti sehingga pulang pada sore hari anak sudah mandi. Semua peraturan yayasan wajib diikuti oleh wali murid, seperti tidak boleh membawa makanan dari rumah, bahkan dihalaman sekolahpun steril dari orang berjualan, tegas Fathur Rohman.

Kami memang membatasi dengan jadwal dan kegiatan anak, pada saat kegiatan belajar mengajar selesai pukul 10, anak-anak pukul 11 siang kami persiapkan untuk makan bersama, kemudian dilanjutkan kegiatan solat dhuhur berjamaah. Dan selanjutnya diwajibkan untuk beristirahat, pukul 2 siang mulai persiapan bersih-bersih, mandi kemudian solat ashar dilanjutkan pelajaran membaca Al Quran. Kalau sudah selesai diperbolehkan bermain sambil menunggu dijemput oleh orangtuanya.

“Sengaja kami ajarkan mental kemandirian sejak dini Pendidikandan pembekalan di Yayasan Ar-Rahman, Alhamdulillah yang menitipkan dan sekolah ada yang berasal dari wilayah Kecamatan Guntur, Bonang, dan Sayung”, jelas Fathur Rahman.

Dia menambahkan kebanyakan wali murid bekerja sebagai Pegawai Negeri dan Pengusaha Wiraswasta. Mengingat kesibukan pekerjaan tetapi orang tua juga tidak salah pilih dalam memberikan pendidikan keagamaan kepada anaknya. ”Setelah lulus rata-rata memilih mondok, ada yang di Jepara, Kudus, Semarang, Salatiga dan Jawa Timur,” pungkas Fathur Rohman.(R8)

Bagikan

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart