Jerami Padi Jangan Lagi Dibakar
>
>
Jerami Padi Jangan Lagi Dibakar

DEMAK – Beberapa waktu yang lalu di sepanjang jalan pantura wilayah Trengguli – Gajah Kabupten Demak, terdapat asap putih tebal membumbung tinggi terlihat dari kejauhan. Ternyata beberapa petani membakar jerami dari sisa panen tanaman padi mereka. Selain menimbulkan polusi udara, pembakaran pada lahan sawah yang lokasinya di pinggir jalan tersebut menimbulkan asap pembakaran yang mengganggu pengguna jalan.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak Ir. Wibowo saat ditemui disela kesibukannya pada Selasa (2/7) mengungkapkan, membakar jerami sisa panen seolah-olah telah menjadi suatu kebiasaan petani padi. mereka beranggapan bahwa unsur hara pada abu jerami padi lebih cepat masuk ke tanah dan terserap oleh tanaman berikutnya dari pada hanya jerami yang dibenamkan. Namun, anggapan itu kurang tepat karena pembakaran jerami menyebabkan berkurangnya kandungan unsur hara dari jerami.
Ia menambahkan, sebenarnya jerami merupakan salah satu sumber silika (Si)kalium (K) pada lahan sawah selain pupuk anorganik. Di mana jerami memiliki kandungan Si, K, P2O5, dan N. Jika jerami tersebut dibakar, maka akan mengurangi kandungan hara secara kuantitatif yang terkandung pada jerami padi tersebut.
Kabid Tanaman Pangan dan hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak Heri Wuryanto mengatakan, hilangnya unsur hara tanah tanpa diiringi pengembalian unsur-unsur hara yang hilang mengakibatkan penurunan tingkat kesuburan tanah dan berdampak pada penurunan produktivitas tanaman. “Maka pada lahan sawah, sebaiknya jerami padi hanya dibenamkan tanpa perlu dibakar,” tegasnya.
Membahas tentang area persawahan, lanjutnya, maka tidak ada salahnya jika kita sambungkan dengan pembelajaran mengenai pembuatan pupuk dari limbah pertanian. “Tentu saja hal ini akan semakin menambah pengetahuan dan referensi dalam membuat pupuk dari berbagai limbah organik di sekitar kita. Salah satu bahan yang akan kita pergunakan adalah jerami padi atau dalam bahasa Jawa disebut damen,” terangnya.
Menurut Heri, jerami padi atau limbah petanian tersebut sebaiknya jangan lagi dibuang atau dibakar. “Kita bisa mengolahnya dengan belajar bersama cara membuat pupuk dari jerami padi. Cara pengolahannya sangat sederhana, bahan-bahan yang dibutuhkan pun mudah didapat,” katanya. (Humas Demak)

Bagikan

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart