Pemkab Demak Concern Tanggulangi Stunting
>
>
Pemkab Demak Concern Tanggulangi Stunting

DEMAK – Penanggulangan Stunting menjadi tanggung jawab kita bersama, tidak hanya Pemerintah tetapi juga setiap keluarga Indonesia. Dalam jangka panjang stunting berdampak buruk tidak hanya terhadap tumbuh kembang anak tetapi juga terhadap perkembangan emosi yang berakibat pada kerugian ekonomi. Mulai dari pemenuhan gizi yang baik selama 1000 hari pertama kehidupan anak hingga menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat.
Hal itu disampaikan Sekretaris Kabupaten Demak dr. Singgih Setyono, M. Kes. saat membuka Workshop analisis masalah yang berkaitan dengan stunting di Kabupaten Demak di Hotel Amantis, Rabu (3/7).
Menurutnya, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh yang disebabkan karena kurangnya gizi kronis, sehingga menyebabkan pertumbuhannya kurang dari standar di usianya. Singgih menjelaskan faktor-faktor sensitif stunting diantaranya miskin, tidak ada uang dan pengetahuan kesehatan yang rendah. “Selain itu karena faktor salah prioritas, banyak anak, kurang asupan dan tidak tanggap,” jelas Singgih.
“Adapun faktor spesifik ysng menyebabkan stunting, lanjut Singgih, karena faktor perilaku, lingkungan, pelayanan kesehatan dan faktor keturunan,” imbuhnya.
Namun demikian Singgih mengatakan bahwa pencegahan stunting bisa dilaksanakan saat penimbangan posyandu di meja II. ”Saat penimbangan di meja II hendaknya sudah bisa di deteksi. Bila 2 bulan tidak naik BB, hendaknya harus konsul ke dokter. Bila 3 bulan tidak naik BB berarti ada masalah,” jelas Singgih.
Ditambahkannya, pencegahan stunting bisa dilakukan melalui penyuluhan dimulai dari calon pengantin, pemberian PMR dan tab besi mulai SD kelas VI, peningkatan gizi dan peningkatan ekonomi keluarga.
Di akhir sambutan Singgih menyampaikan langkah-langkah penanganan stunting yakni dengan membentuk tim tingkat Kabupaten, tingkat kecamatan dan tingkat desa, membuat perencanaan yang baik (melalui APBD, APBDES, Pihak Lain), melibatkan semua tim terkait, ada monitoring dan evaluasi dan ada laporan berkala.
Hal senada juga disampaikan Wakil Dekan fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro Semarang dr. Martha Irene Kartasurya, M.Sc.Ph.d. Ia mengatakan, stunting menjadi fokus pemerintah karena dampaknya begitu besar pada SDM. ”Stunting akan mengakibatkan gangguan kecerdasan genaratif sehingga akan mempengaruhi generasi Indonesia. Oleh sebab itu kami bekerjasama dengan 19 Perguruan Tinggi akan mendampingi 16 lokus stunting di wilayah indonesia. Sedangkan Undip di tunjuk untk mendampingi Kabupaten Demak,” tuturnya. (Humas Demak)

Bagikan
Jam (Aktif) With JavaScript

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart