Evaluasi Program Haji 2026, Dinkesda Demak Matangkan Persiapan Kesehatan Haji 2027

DEMAK – Dinkesda Demak menggelar kegiatan Evaluasi Program Haji Tahun 2026 sekaligus persiapan penyelenggaraan kesehatan haji tahun 2027 pada Selasa, 4 Agustus 2026, bertempat di Ballroom Wakil Bupati Lantai 1. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur penting, mulai dari Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak, jajaran bidang P2P, Tim Surveilans dan Imunisasi, perwakilan Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Demak, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dokter spesialis, hingga tenaga pemeriksa kesehatan haji dari 27 puskesmas dan rumah sakit.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengulas pelaksanaan program kesehatan haji tahun 2026 serta merumuskan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi calon jemaah haji di tahun mendatang. Acara diawali dengan sambutan dan arahan dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak yang menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga kesehatan jemaah sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan ibadah.

Salah satu narasumber, dr. Diana Primadianti, Sp.PD., menyampaikan pentingnya kesiapan pemeriksaan kesehatan haji secara menyeluruh. “Pemeriksaan kesehatan haji harus dilakukan secara komprehensif dan berkesinambungan, agar kondisi kesehatan jemaah benar-benar terpantau dan siap menjalankan ibadah dengan optimal”, jelasnya.

Sementara itu, Kabid P2P Provinsi Jawa Tengah, Heri Purnomo, SKM, M.Kes., dalam paparannya menyampaikan hasil evaluasi penyelenggaraan kesehatan haji di tingkat provinsi. “Evaluasi ini menjadi dasar penting dalam memperbaiki sistem pelayanan, termasuk penguatan surveilans dan imunisasi, sehingga risiko kesehatan jemaah dapat ditekan semaksimal mungkin”, ujarnya.

Materi penutup disampaikan oleh Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Demak, Heri Winarno, SKM, M.Kes., yang menyoroti capaian dan tantangan pelaksanaan kesehatan haji di Kabupaten Demak. Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan akan terus dilakukan melalui penguatan koordinasi serta pemantauan kondisi kesehatan jemaah secara intensif.

Adapun tujuan utama evaluasi ini meliputi upaya menyehatkan jemaah haji selama pelaksanaan ibadah, meningkatkan kondisi kesehatan jemaah dengan penyakit kronis, pemberian vaksinasi untuk mencegah penularan penyakit, pengawalan kesehatan jemaah secara optimal, serta menekan angka kematian jemaah haji hingga nol kasus.

Melalui kegiatan ini, diharapkan penyelenggaraan kesehatan haji ke depan semakin optimal, sehingga seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, sehat, dan lancar. Kesmas_Promkes PM