Ketoprak Humor Langen Marsudi Budoyo Meriahkan Peringatan HUT RI di Demak
>
>
Ketoprak Humor Langen Marsudi Budoyo Meriahkan Peringatan HUT RI di Demak

DEMAK – Dalam rangka memeriahkan peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan RI, Pemkab Demak menggelar hiburan rakyat ketoprak humor Langen Marsudi Budoyo Pati di Pendopo Kabupaten Demak, Jum’at (23/8). Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Demak, HM. Natsir, Wakil Bupati Demak, Sekretaris Daerah Kabupaten Demak beserta para asisten, Kepala OPD se Kabupaten Demak, serta Para Warga Masyarakat Demak.
Ketoprak humor Langen Marsudi Budoyo dari Pati ini mengusung tema Condrosari Jumeneng Ratu. Ketoprak tersebut di bawah pimpinan Ki Anom Hartoyo. Sebelum pertunjukan ketoprak dimulai dilakukan pemotongan tumpeng oleh Bupati Demak. Masing-masing OPD baik dinas maupun Kecamatan masing-masing membawa tumpeng untuk dinikmati bersama, sebagai rasa syukur.
Bupati Demak, HM. Natsir mengapresiasi pertunjukan ketoprak tersebut. “Kesenian ketoprak patut di uri-uri dan dilestarikan di tengah kemajuan zaman yang semakin modern. Derasnya budaya asing yang masuk membuat seni ketoprak sedikit demi sedikit terkikis, bahkan pertunjukan ketoprak sudah jarang dijumpai,” terangnya.
Melalui kegiatan tersebut, lanjut Natsir, diharapkan dapat meningkatkan kerukunan, persatuan, dan kesatuan seluruh warga masyarakat. Hal tersebut menandakan bahwa selain guyub rukun, masyarakat Demak masih sangat menghargai budaya daerah. “Saya berharap pertunjukan ketoprak dapat memberikan hiburan dan bermanfaat,” ungkapnya.
Seperti diketahui, jelas Natsir, Ketoprak merupakan sejenis seni pentas drama yang memiliki gabungan unsur tari, musik, dan sastra tradisional yang berasal dari Jawa Tengah. Nama “ketoprak” terkait dengan alat musik kentongan yang digunakan untuk mengumpulkan penonton sebelum pertunjukan dimulai. Dalam bahasa jawa, memukul kentongan disebut “keprak” dan pertunjukan yang dilakukan setelah kentongan di-keprak disebut “ketoprak”.
Dalam perkembangannya, papar Natsir, ketoprak menggunakan iringan gamelan jawa. Kesenian ketoprak diperkirakan pertama kali dicetuskan pada awal abad 19 oleh musisi Keraton Surakarta. Lahirnya kesenian ini terkait dengan perjuangan terhadap para penjajah.
Meskipun dikatakan berasal dari Jawa Tengah, pada kenyataannya kesenian ini berkembang luas dan dinikmati oleh masyarakat di seantero Jawa. Hal ini disebabkan kebiasaan kelompok ketoprak menjelajah seluruh daerah di Jawa. Mereka manggung dan membawakan cerita dengan kisah masyakarat Jawa, baik kisah legenda, kepahlawanan, ataupun kehidupan sehari-hari.
Sebagai kesenian yang lahir dari rakyat, ketoprak lebih kentara dengan sifat-sifat spontan, improvisasi, dan tidak terikat aturan-aturan baku yang formal. Dalam hal ini, Ketoprak mengandung unsur pendidikan, komunikasi tentang isu-isu dalam masyarakat sekaligus menjadi hiburan yang digemari. (Humas Demak)

Bagikan
Jam (Aktif) With JavaScript

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart