Oct 30

2020, Demak Bebas BAB Sembarangan

DEMAK – Tahun 2020 seluruh kecamatan di Kabupaten Demak harus terbebas dari Buang Air Besar Sembarangan. Mengingat Stop Buang Air Besar Sembarangan (STOP BABS) merupakan salah satu upaya untuk mendukung program Universal Akses. Yaitu 100% Akses Air Minum, 0% Kawasan Kumuh dan 100% Akses Sanitasi yang Layak.
Hal itu ungkapkan Bupati Demak HM. Natsir saat acara Pencanangan/Deklarasi Kecamatan Wonosalam Open Defecetion Free (ODF) Stop Buang Air Besar Sembarangan (STOP BABS) di Balai Desa Getas Kecamatan Wonosalam, Selasa (29/10).
Dikatakannya, dari 249 desa/kelurahan di Kabupaten Demak, sudah lebih dari 50 desa yang bebas dari buang air besar sembarangan.
“Untuk itu dibutuhkan suatu upaya nyata untuk mengubah kebiasaan tersebut. Mengingat dampak dari buang air besar sembarangan dapat berakibat buruk bagi kesehatan. Salah satunya adalah diare, dimana sejak tahun 2010, diare merupakan penyakit yang banyak diderita oleh anak-anak dan balita. Buruknya, kondisi sanitasi di lingkungan tempat tinggal disinyalir menjadi penyebab utama penyakit ini,” kata HM. Natsir.
Bupati sangat apresiatif dengan pencanangan/deklarasi kecamatan Bebas Buang Air Besar Sembarangan. Ia menghimbau, momentum tersebut untuk memberikan pengertian kepada masyarakat bahwa tingkat derajat kesehatan masyarakat dimulai dari kebersihan diri sendiri.
“Ajak masyarakat untuk senantiasa mencuci tangan sebelum dan setelah beraktivitas serta mengelola air minum rumah tangga dan makanan,” ujarnya.
Dijelaskannya, Stop Buang Air Besar Sembarangan atau ODF adalah kondisi ketika setiap orang tidak buang air besar sembarangan. Termasuk didalamnya adalah akses sanitasinya.
“Ini harus diperhatikan, mengingat pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan. Maka dari itulah, dibutuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keberadaan jamban. Dimana, idealnya satu rumah satu jamban,” jelasnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Demak dr.Singgih Setyono, M.Kes. meminta para Kades untuk menggunakan dana DD/ADD sesuai prioritas.
“Dana DD/ADD bisa di pakai untuk membuat WC. Warga yang belum punya WC didata kemudian di bantu dibuatkan WC. Kalau kita bisa mengatasi masalah lingkungan dan perilaku yang tidak sehat otomatis 55 % masalah penyakit bisa teratasi. Kalau WC sudah beres bisa digunakan untuk sampah. Bila sampah teratasi maka 65% masalah teratasi,” pungkas Singgih.
Hadir pada kesempatan itu, Wakil Bupati Demak Drs. Joko Sutanto dan Para Kepala OPD terkait. (Humas Demak)

Bagikan