Oct 31

Tanam Padi Perdana, Bupati Demak Minta Petani Kreatif

DEMAK – “Petani Demak harus kreatif dan inovatif”. Demikian pinta Bupati Demak, HM. Natsir saat akan melakukan penanaman padi perdana Masa Tanam I (MT I) di Desa Trimulyo Kecamatan Guntur, Kamis (31/10). Menurut Bupati, di era modern, petani harus bisa beradaptasi dengan memanfaatkan teknologi tepat guna. Hal tersebut dilakukan supaya hasil pertanian menjadi maksimal dan memiliki nilai jual lebih. Termasuk didalamnya adalah menggunakan teknologi digital untuk memasarkan hasil pertanian.
“Saat ini semua serba online. Jadi petani nanti harus bisa memasarkan produknya secara online”, tutur Bupati.
Menurut Bupati, kreatifitas petani tersebut telah diaplikasikan oleh beberapa petani yang berada di Kecamatan Gajah. “Petani di Gajah sudah memasarkan produknya, yakni beras Mlatiharjo via online. Dan ini terbukti mampu meningkatkan nilai jual”. Ia pun berharap inovasi ini bisa diikuti oleh petani lain di Kabupaten Demak.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Demak juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat yang sudah mengalokasikan bantuan ke Kabupaten Demak, dengan harapan Kabupaten Demak tetap menjadi lumbung padi nasional. “Terima kasih sampun mengucurkan bantuan di Demak. Sehingga petani Demak lebih sejahtera. Kami berharap Demak tetap bisa menjadi lumbung padi nasional. Mengingat sektor pertanian kami juga sangat luar biasa”.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Ir.Wibowo mengatakan luas baku sawah di Demak seluas 52.315 Ha dengan pertaniannya mampu mencukupi kebutuhan pangan di Kabupaten Demak dan surplus bahkan beras Demak sudah terkenal di daerah-daerah lain sampai ke luar Jawa.
“Sedangkan luas tambah tanam Demak di Tahun 2018 periode Januari-Desember 2018 mencapai 103.355 Ha, dengan produksi sebesar 636.240 ton. Untuk Kecamatan Guntur menyumbang luas tambah tanam seluas 6.542 Ha dengan produksi sebesar 40.508 ton,” jelas Wibowo.
Menurutnya, pada masa tanam kali ini, petani di Demak menggunakan mekanisasi pertanian seperti mesin tanam jajar legowo (Transplanter), mesin panen (Combine Harvester), traktor roda empat. “Ini sangat dibutuhkan petani karena kecenderungan tenaga kerja tanam dan panen yang sulit dan mahal”.
Sebelumnya, Bupati didampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Demak Ir.Wibowo, MM. dan Kepala Desa Trimulyo Suwandi meninjau lokasi pompanisasi di Sungai Tuntang yang menjadi sumber air untuk mengairi sawah di Desa Trimulyo dan sekitarnya. (*Humas Demak)

Bagikan