Pemkab Demak Peringati Hari Wayang dengan lakon Pendawa Mbangun Projo

DEMAK – Salah satu cara nguri-nguri atau memelihara budaya bangsa yang adiluhung adalah dengan mengajarkan dan memperkenalkannya kepada anak cucu kita. Jika hal ini kita tinggalkan, niscaya budaya yang sudah ada sejak jaman nenek moyang kita akan menghilang bahkan punah. Tidak ingin budaya yang adiluhung ini lenyap ditelan jaman, Pemerintah Kabupaten Demak malam kemarin (7/11) mengadakan pertunjukan wayang kulit yang diadakan di halaman pendopo Kabupaten Demak. Selain ditujukan untuk memelihara budaya, kegiatan tersebut juga dilakukan untuk memperingati Hari Wayang Nasional yang dirayakan setiap tanggal 7 November.
Bupati Demak HM Natsir dalam sambutannya menyebutkan bahwa kegiatan ini juga sebagai wujud syukur dan kecintaan kita pada budaya bangsa, juga untuk menghibur warga Demak yang menyukai wayang kulit.
“Pada malam hari ini bersama-sama akan kita saksikan pagelaran wayang kulit dengan lakon ”Pendawa Mbangun Projo” oleh dalang Ki Ikhsanudin yang merupakan putra daerah. Shalawat serta salam tak lupa kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Teriring doa dan harapan semoga kita semua mendapatkan syafaatnya di yaumul Akhir,” ujarnya kepada penonton.
Lebih lanjut bupati mengatakan bahwa jika kita melihat perkembangan tatanan kehidupan saat ini, banyak sekali generasi penerus kita yang “malas” untuk belajar budaya jawa. Mereka lebih tertarik dengan budaya asing yang terkadang tidak sesuai dengan jati diri bangsa.
“Istilahnya, “wong njowo ora ngerti lan ora mudheng boso dan budoyo jowo”. Padahal, didalam budaya jawa, banyak sekali pelajaran tata kehidupan yang bisa kita ambil hikmahnya. Sudah seyogyanya budaya jawa yang ada harus dilestarikan dan dikembangkan,” ujarnya kemudian.
Pada kesempatan itu bupati berharap agar Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kabupaten Demak mampu melestarikan dan mengenalkan budaya jawa, terutama wayang kepada generasi muda kita. Hal ini harus dilakukan agar anak cucu kita mengerti dan budaya kita tidak tergeser dengan budaya asing.
“Saya juga sangat berharap akan banyak putra daerah yang mengikuti jejak Ki Dalang Ikhsanudin. Dengan demikian wayang akan lebih dicintai. Kalau bukan kita, lalu siapa lagi,” terang bupati.
“Saya sangat apresiatif dengan penyelenggaraan pagelaran wayang kulit ini. Terlebih diselenggarakan untuk memperingati Hari Wayang Nasional. Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari lakon yang akan ditampilkan pada pagelaran wayang kulit malam hari ini. Dapat lebih menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih mencintai dan melestarikan wayang,” pungkasnya.
Mbah Mo salah seorang warga Demak yang khusus datang dari Kadilangu mengaku sangat antusias dengan pertunjukkan wayang kulit yang kini sudah sangat sulit dicari. Menurutnya jaman sekarang sudah sangat berbeda dengan saat dirinya muda dahulu, dimana pertunjukkan wayang kulit masih sangat mudah dijumpai setiap akhir pekan.
“Jika dahulu setiap akhir pekan, saya dan teman-teman dapat dengan mudah mencari pertunjukkan wayang kulit, kebanyakan sudah diganti pertunjukkan music yang disukai anak-anak muda. Sekarang ini sudah sangat susah melihat wayang kulit, jika tidak instansi pemerintah yang mengadakan atau orang-orang yang benar-benar mencintai wayang,” jelasnya.
Untuk itulah dia mengharapkan agar pemerintah mau lebih perduli dengan lebih sering menggelar pertunjukkan wayang kulit atau budaya jawa lainnya yang sudah mulai ditinggalkan. “Jangan sampai kita kehilangan budaya jawa yang sangat adiluhung dan malah digantikan dengan budaya barat,” tegasnya. (Humas Demak)

Bagikan