KPP Pratama Demak Luncurkan e-lacak
>
>
KPP Pratama Demak Luncurkan e-lacak

DEMAK – Mendorong peningkatan pelayanan pendapatan dari sektor pajak, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Demak meluncurkan aplikasi E-Lacak. Aplikasi tersebut secara resmi diluncurkan Bupati Demak HM. Natsir bersamaan Tax Gathering yang dilangsungkan di gedung Wisma Halim, Selasa (25/02/20).

Kepala Kantor KPP Pratama Demak Sugiyarto menuturkan, e-lacak merupakan inovasi yang dimaksudkan mendekatkan dan memberi kemudahan bagi wajib pajak untuk memenuhi kewajibannya.

Melalui e-lacak wajib pajak dapat terfasilitasi sejumlah kemudahan seperti menu monitoring permohonan yang diperuntukan guna memantau atau mengetahui status penyelesaian berkas permohonan yang sudah sampai di KPP Pratama Demak. Hal ini menjadikan semua proses berlangsung secara transparan, terarah dan terukur.

Dia mengistilahkan di era revolusi industri 4.0, perpajakan ada dalam genggaman para wajib pajak, sehingga tak lagi tersekat oleh jarak dan waktu. Dalam aplikasi tersebut juga terdapat menu layanan mandiri untuk memperoleh antrean online, kemudian update informasi perpajakan, meminta kode billing, bincang pajak atau konsultasi, dan meminta sosialisasi.

Menurutnya, kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak dari tahun ke tahun semakin baik. Masyarakat berpandangan dengan lebih cepat memenuhi kewajiban pajak maka perasaan akan lebih nyaman dan tenang.

Pada kesempatan tersebut, KPP Pratama memperkenalkan para account representatif (AR) yang mengampu masing-masing wilayah kecamatan di Kabupaten Demak. Pengenalan itu diharapkan para kepala desa dan camat serta stakeholder pengetahui siapa saja petugas pajak yang mengelola masing-masing wilayah teritorialnya.
“Sebab mulai 2020 ini, Dirjen Pajak juga menerapkan pengelolaan pajak di setiap unit kerjanya berdasarkan kewilayahan,” katanya.

Sementara itu Kepala Kantor Wilayah DJP 1 Jateng, Suparno menjelaskan, perolehan pajak menjadi penyumbang terbesar pendapatan negara. Bahkan sebanyak 74% APBN berasal dari pajak. Di Kabupaten Demak sendiri dari jumlah APBD sebesar Rp 2,1 triliun, sebanyak 60 persennya merupakan kontribusi sektor pajak. Untuk itu dia mengajak pemkab Demak dan seluruh stakeholder agar bersama-sama mendorong peningkatan perolehan pajak.

“Terdapat sekitar 300 wajib pajak strategis di Kabupaten Demak yang mendapat perhatian kami agar mereka konsisten dan terus berkontribusi secara maksimal kepada negara,” katanya.

Upaya pengawasan dilakukan oleh jajarannya, supaya kepatuhan pajak semakin meluas dan tidak ada wajib pajak yang tersembunyi. “Kami harapkan ada koordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa sehingga perolehan pajak dapat naik optimal,” tuturnya. (Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Demak)

Bagikan
Jam (Aktif) With JavaScript

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart