Sayur Hidroponik Solusi Berkebun Di Lahan Sempit
>
>
Sayur Hidroponik Solusi Berkebun Di Lahan Sempit

Demak- Sayuran organik tidak seperti Sayuran hidroponik, sebab sayuran hidroponik ini memiliki keunggulan tumbuh lebih cepat serta mempunyai bentuk lebih segar dan besar.
Secara sederhana hidroponik disebut sebagai budidaya tanaman yang hanya menggunakan air serta nutrisi sebagai media tanam. 

Hidroponik menjadi salah satu bentuk ketahanan pangan, khususnya untuk warga yang tidak mempunyai lahan yang luas guna bercocok tanam. Berkebun ala hidroponik dapat dilakukan dengan lahan terbatas dengan memanfaatkan ruang kosong disekitar rumah.

Turkhamun, yang berprofesi sebagai guru warga Kelurahan Mangunjiwan, Kecamatan Demak, mengisi waktunya dimasa pandemi global covid-19 mencoba menggeluti hobi sebagai petani hidroponik dimulai saat pandemi Covid-19 menerjang Indonesia bulan Maret lalu.

Menurutnya proses dalam menanam sayur dengan menggunakan hidroponik diperlukan ketekunan dan ketelatenan. Mulai dari penyemaian yang membutuhkan air tanpa nutrisi dengan memperhatikan keasaman pH (Power of Hydrogen) dari 5,5 sampai 7,3. Sampai dengan mengatur kepekatan dengan memperhatikan PPM (Part Per Million) saat proses peremajaan dan pembesaran sayuran.

“Dalam perawatannya, setiap jenis sayuran seperti selada, seledri, sawi dan bayam memiliki karakter pH dan PPM yang berbeda-beda supaya bisa tumbuh dengan baik dan segar.” Kata Turkhamun, Kamis (15/10/20).

Sedangkan untuk sistem tanam, dirinya mengaku menggunakan sistem DFT (Deep Flow Technique) yakni sistem hidroponik yang mensirkulasi air dan nutrisi dengan menggunakan metode genangan. Sedangkan Sirkulasi DFT memakai listrik sebagai penggerak pompa nutrisi untuk mensirkulasikan keseluruh akar tanaman. 

Untuk mengendalikan hama dirinya menggunakan perangkap lalat buah yang dibuat dari botol bekas dan cairan petrogenol.

“Hasil Sayuran ini selain untuk dikonsumsi sendiri juga dijual belikan sehingga harus dijaga dengan baik dari hama atau lalat buah, kalau tidak nanti akan ada noda di daun sayurnya, kan jadi tidak kelihatan segar.” Ujar Turkhamun. (Kominfo/rd).

Bagikan
Jam (Aktif) With JavaScript

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart