Aug 06

Mujahadah Rubu’ussanah Istighosah Do’a Bersama

DEMAK – Bertempat di Halaman Masjid Agung Demak diselenggarakan Mujahadah Rubu’ussanah Istighosah Do’a Bersama yang diselenggarakan oleh Yayasan Perjuangan Wahidiyah dan Pondok Pesantren Kedunglo, Kamis (2/8). Kegiatan ini betujuan untuk meningkatkan kesadaran dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
Acara yang diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-qur’an dan muqoddimah sholawat wahidiyah tersebut dihadiri oleh Staf Ahli Bupati bidang Kesra dan SDM, Drs. Mudiyanto, Pengasuh Perjuangan Wahidiyah dan Pondok Pesantren Kedunglo Kediri, KH. Abdul Latif Madjid RA, ratusan pengamal sholawat wahidiyah dan warga masyarakat. Kalimat Thoyibah Tahlil juga dilantunkan bersama-sama dengan suasana khusuk.
Sementara itu dalam sambutan Bupati Demak, yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Kesra dan SDM Setda Kabupaten Demak Drs. Mudiyanto mengatakan, Pondok pesantren merupakan salah satu lembaga yang diharapkan mampu menciptakan generasi penerus yang berkualitas, tidak hanya memiliki kemampuan di bidang akademik saja, namun juga memiliki akhlak yang mulia, memiliki jiwa dan moral yang positif serta berperilaku sesuai dengan ajaran agama. Untuk itu Bupati berharap peran Pondok Pesantren mengambil peran untuk mengenalkan, mempelajari, serta mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari khususnya bagi anak-anak calon cendekiawan muda.
Ketua Yayasan Perjuangan Wahidiyah mengungkapan kekuatan batin seseorang menjadi kekuatan yang mempengaruhi kualitas lahiriah, dalam jasad manusia terdapat daging, jika daging itu baik maka baik pula kualitas hidupnya. Sebagai umat manusia harus bersungguh-sungguh dalam beribadah agar diberi hidayah, dengan media menjernihkan hati, karena hidayah Allah itu nyata.
Sementara itu fatwa amanah dan do’a restu dari Hadrotul Mukarrom Kanjeng Romo KH. Abdul Latif Madjid RA. Pengasuh Perjuangan Wahidiyah dan Pondok Pesanteren Kedunglo Kediri mengajarkan untuk menghindari syirik kepada Allah. Perbuatan syirik termasuk dosa besar. Allah mengampuni semua dosa yang dilakukan hambanya, kecuali dosa besar seperti syirik. Sikap syirik dapat merusak, bahkan dapat menggugurkan aqidah Islam. Oleh karena itu, harus berhati-hati jangan sampai gerak hati, ucapan, dan perbuatan terbawa ke dalam kemusyrikan. (Humas Demak)