Sep 08

Pengajian Jum’at Pembinaan Mental Aparatur Pemerintah Kabupaten Demak

DEMAK – Bertempat di Pendopo Kabupaten Demak diselenggarakan pengajian jum’at (Jimat), Jum’at (7/8). Kegiatan ini diikuti oleh ASN di seluruh Pemkab Demak untuk pembinaan mental aparatur Pemkab Demak, agar menjadikan nilai-nilai agama melekat pada setiap kebijakan pemerintah dan perilaku masyarakat.
Acara diawali dengan membaca umul kitab dan tahlil bersama-sama serta dilanjutkan dengan membaca Asmaul Husna. Mauidhoh hasanah diisi oleh KH. Abdurrohman pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda dari Kudus.
Dalam tausiahnya KH. Abdurrohman mengatakan yang member nikmat sehat adalah Allah SWT sudah sepatutnya sebagai manusia senantiasa agara selalu bersyukur atas apa yang telah Allah berikan. Beliau juga menyampaikan bahwa suatu Negara dapat menjadi makmur apabila warga Negara mempunyai iman taqwa, tawadhu, qonaah, dan wara’i. Iman adalah sesuatu hal yang paling sulit dikerjakan , karena iman dalam hal ini adalah percaya akan adanya Allah. Sedangkan tawadhu adalah sifat yang amat mulia, namun sedikit orang yang memilikinya. Ketika orang sudah memiliki gelar, berilmu tinggi, memiliki harta yang mulia, sedikit yang memiliki sifat kerendahan hati. Ini lah yang disebut tawadhu.
Sifat qonaah pun perlu dimiliki, artinya seorang muslim harus merasa cukup atas apa yang sudah diberikan dan dikaruniakan oleh Allah SWT kepadanya. Sehingga bisa menjauhkan dirinya dari sifat tercela seperti tamak. Sifat qanaah tersebut sudah berdasarkan pemahaman bahwasannya rezeki yang saat ini didapat, memang sudah menjadi suatu ketentuandari Allah SWT. Yang terakhir adalah sifat Wira’i di mana bersikap dan berlaku hati-hati terhadap hal-hal yang makruh dan hal-hal yang syubhat. Hal-hal yang makruh adalah sesuatu yang jika ditinggalkan oleh seseorang maka ia akan mendapat pahala dan jika dilakukan maka tidak ada dosa atau pun pahala baginya. Jadi, hal-hal yang makruh adalah sesuatu yang lebih baik untuk ditinggalkan dari pada dilakukan. Sedangkan, hal-hal yang syubhat adalah segala sesuatu yang belum jelas hukumnya, sesuatu yang belum jelas antara halal dan haramnya, baik yang berupa makanan, pakaian, dan tempat.
Setelah mauidhoh hasanah acara ditutup dengan berdo’a bersama untuk kemajuan dan kesejahteraan Kabupaten Demak .(Humas Demak)