Oct 11

KLHK Berikan Bantuan 30 Unit Motor Bak Sampah

DEMAK – KLHK berikan bantuan 30 unit motor bak sampah kepada Kabupaten Demak, Kudus dan Jepara. Pemberian tersebut berlangsung saat sosialisasi pengembangan bank sampah melalui infrastruktur hijau menuju Indonesia bersih sampah 2025 di Gedung IPHI Kabupaten Demak, Kamis (11/10).
“Untuk Kabupaten Demak sebanyak 15 unit, Jepara sebanyak 9 unit dan Kudus sebanyak 6 unit motor bak sampah,” terang Direktur Pengelolaan sampah KLHK pusat Dr. Novrizal Tahar. “Banyak sedikitnya unit motor bak sampah yang diberikan didasarkan pada kebutuhan masing-masing Daerah,” imbuhnya.
Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa tujuan dari program tersebut adalah mengajak masyarakat berperan serta dalam mengurangi timbulan sampah agar tujuan kita menjadi Indonesia bersih sampah tahun 2025 bisa terwujud.
Untuk mekanismenya, pihaknya mengajak masyarakat untuk mengurangi sampah dengan 3 R ( reduce, Reuse, recycle). Untuk itu, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) akan membangun Bank sampah sebagai langkah awal mengajak masyarakat untuk memulai memilah sampah sejak dari sumbernya dan mengintegrasikannya dengan gerakan 3R secara menyeluruh.
“Pembangunan Bank sampah ini harus menjadi momentum awal membina kesadaran kolektif masyarakat untuk mulai memilah, mendaur ulang, dan memanfaatkan sampah kapanpun dan dimanapun agar pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan menjadi budaya baru Indonesia,” terang Novrizal.
Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak Drs. Agus Musyafak menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan. “Semoga kendaraan bermesin tersebut bermanfaat dan dipergunakan untuk mengangkut sampah yang sudah dipilah yang selanjutnya sampah itu dikelola dengan benar. Sehingga dari sampah kita bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” papar Musyafak.
Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa di Kabupaten Demak sendiri ada 2 tempat pembuangan akhir (TPA) sampah yang berada di Candisari Mranggen dan TPA Kalikondang. Dan 60 persen diantaranya merupakan timbunan sampah plastik.
Menyikapi hal tersebut, kata Musyafak, kita dituntut untuk cerdas dalam mengelola sampah, mengingat bahwa keberadaan sampah tidak sepenuhnya menjadi masalah jika dapat ditangani dengan tepat. Bahkan sampah rumah tangga dapat memiliki nilai ekonomis bila dipilah dan dipilih secara benar. ”Mari sedari dini kita tumbuhkan kesadaran dan disiplin dalam mengelola sampah secara tepat. Dengan pendekatan ini tentunya masalah sampah akan lebih mudah teratasi,” pungkasnya.
Turut hadir pada kesempatan itu, Anggota Komisi 7 DPR RI, Daryatmo Mardiyanto serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak, Kudus dan Jepara. (Humas Demak)