Nov 02

Kementan Targetkan Luas Tambah Tanam Padi Di Demak Seluas 103.934 Ha.

DEMAK – Dalam rangka mendukung upaya pemerintah dalam swasembada pangan untuk mewujudkan kedaulatan pangan nasional dan mendukung upaya khusus peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai(upsus pajale), Pemerintah Kabupaten Demak dalam hal ini Dinas Pertanian menyelenggarakan kegiatan tanam padi perdana sistem gogo rancah Masa Tanam 2018/2019 di Desa Jamus Kecamatan Mranggen, Jumat (2/10).

Dalam sambutannya Bupati Demak mengatakan melalui program upsus pajale kementerian pertanian RI menargetkan luas tambah tanam padi Kabupaten Demak seluas 103.934 Ha karena memandang Kabupaten demak sangat potensial terhadap peningkatan produksi padi dengan potensi luas baku lahan seluas 52.315 Ha.
“Sehubungan dengan target tersebut Dirjen Hortikultural selaku penanggung jawab upsus Jateng mengisntruksikan untuk optimalisaai pemamfaatan lahan dan percepatan tanam yakni dengan tanam padi gogo rancah utamanya di wilayah-wilayah yang airnya terbatas,” jelas Bupati.

Padi sawah dengan tanam sistem gogo rancah ini mayoritas di Kecamatan Mranggen, Karangawen, Guntur, Sayung dan Karangtengah.
“Potensi luas tambah tanam padi gogo rancah di 5 kecamatan ini mencapai 450 Ha di bulan Oktober dan 4000-an Ha dalam satu tahun. Jika provitas rata-rata padi gogo rancah 6 ton per-Ha maka padi gogo rancah bisa menyumbang 24.000 ton padi untuk kebutuhan Demak,”ujarnya.

Pada saat ini, lanjutnya, Kecamatan Mranggen melaksanakan tanam padi gogo rancah pada hamparan seluas 100 Ha.
“Saya harap tanam padi kali ini akan mampu mendapatkan hasil panen yang baik dan dengan harga yang baik pula sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran petani Kabupaten Demak,”ungkapnya.

Mengakhiri sambutannya Bupati menghimbau kepada petani bahwa dalam bercocok tanam harus cerdas, tidak hanya mengandalkan bantuan pemerintah saja tetapiharus menjadi petani yang mandiri dan mampu berkembang dengan berbudidaya dengan teknologi dan inovasi yang yepat guna tepat lokasi.

Hal senada disampaikan Kepala.Dinas Pertanian Kabupaten Demak Ir.Wibowo, MM. Bahwa kegiatan ini dilakukan untuk memberikan stimulan kepada petani untuk mengoptimalkan kondisi iklim, lahan dan alsin untuk upaya peningkatan kesejahteraan petani serta wahana silaturrahmi dan koordinasi antar semua unsur yang terkait dengan kegiatan.

Sementara disampaikan Kepala Desa Jamus Jumbadi bahwa warganya mengambil air dari aliran sungai Pucang Gading.
Ia mengaku bahwa warga Desa Jamus juga sudah melaksanakan aturan tanam sesuai perda yakni padi-padi-palawija.
“Petani sulit kalau menanam padi-padi-pantun karena akan berresiko tinggi di tanam yang ketiga dan akan berimbas pula di tanam yang pertama di tahun berikutnya yakni akan banyak hama dan tanahnya tidak kuat,”katanya.

Turut hadir dalam acara ini Wakil Bupati Demak Drs.Joko Sutanto, Dandim 0716 Abi Kusnianto, koordinator upsus wilayah Demak, Forkopimcam Mranggen dan Ketua Gapoktan dan kelompok tani seKecamatan Mranggen. (Humas Demak)