Nov 06

Workshop JARLITBANG, Diharapkan Bisa Tongkatkan Nilai Jual dan Nilai Saing

DEMAK – Staf Ahli Bupati bidang Hukum dan Politik Mulyana, SH. Membuka workshop Jaringan Kelitbangan (Jarlitbang) Kabupaten Demak di Ruang Wakil Bupati, Senin (5/11). Dalam sambutannya Mulyana menjelaskan Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) adalah hak alamiah atau hak dasar yang dimiliki seseorang berkaitan dengan intelektualitas yang meliputi akal atau rasio manusia yang harus dihormati dan dihargai oleh manusia lainnya. “Artinya seseorang yang telah menciptakan atau menghasilkan karya intelektual tentu mempunyai hak alamiah atau hak dasar untuk memiliki dan mengontrol segala yang telah diciptakan atau dihasilkannya,” jelas Mulyana.
Saat ini, lanjutnya, di Kabupaten Demak masih ada masyarakat yang belum paham benar akan pentingnya HaKI dan bagaimana prosedur pengurusannya. “HaKI atau hak paten sangat penting bagi para inovator atau penemu. Dengan adanya hak paten itulah, maka hasil penemuan tidak dapat diklaim oleh orang lain,” ungkapnya.
Mulyana juga sangat apresiatif dengan penyelenggaraan workshop ini. Selain dapat meningkatkan pemahaman terhadap HaKI, masyarakat sebagai inovator diharapkan dapat termotivasi untuk tetap berkarya sekaligus mendaftarkan hasil karya intelektualnya. “Melalui workshop ini pula, para inovator juga diberikan pengetahuan mengenai strategi pemasaran Start Up. Artinya hasil penemuannya dapat bermanfaat bagi masyarakat karena bisa diberdayagunakan secara massal. Melalui workshop ini produk-produk para inovator yang memiliki nilai jual dan berdaya saing dapat terakui dan terdaftar secara resmi,”tuturnya.
Untuk itu Mulyana meminta kepada dinas terkait untuk dapat memfasilitasi dan mengawal masyarakat yang ingin mengurus hak paten sesuai prosedur. “Ini harus kita lakukan, karena SDM di kabupaten Demak sangatlah potensial. Hal ini terlihat dari antusias masyarakat yang ikut serta dalam lomba krenova yang kita adakan. Ayo kita dukung dan fasilitasi para inovator asal Demak. Akan jadi sangat membanggakan jika penemuan orang Demak bisa bermanfaat dan digunakan banyak orang,” pungkasnya.
Sementara narasumber dari GM. TTIC Kamar Dagang dan Industri Jateng Marjoko, ST,MBA,MSc. mengatakan bahwa saat ini kita menghadapi pasar yang disebut generasi millenial yang hidupnya sangat tergantung dengan keberadaan gadget, tidak ada waktu, menyukai kepraktisan, terkoneksi dengan media sosial, serba cepat dan sangat fleksible (banyak pilihan). Ia juga menjelaskan digital marketing adalah proses membangun dan mempertahankan hubungan pelanggan melalui kegiatan online untuk memfasilitasi pertukaran ide, produk dan jasa yang memenuhi tujuan dari kedua belah pihak. “Sedangkan Komponen digital marketing saat ini meliputi Wabsite, fan page, FaceBook, Google Business, Social Media, Search Engine Optimization(SEO) dan Social Media Marketing (SMM),” kata Marjoko.
Ditambahkan, tahapan awal melakukan pemasaran online meliputi persiapan produk, persiapan harga, mengenal pasar dan distribusi produk dan promosi. “Untuk persiapan membuat foto produk sebaiknya siapkan dulu background foto dengan membuat studio mini, jika produk adalah sesuatu yang dipakai disarankan untuk menggunakan model sebagai gambaran bagi pembeli, pencahayaan harus cukup terang (lebih baik di luar ruangan), tentukan tema foto agar hasilnya relevan, hindari melakukan zoom lebih baik didekati saja, kenali waktu jeda antara memencet shutter dan saat kamera mulai mengambil foto, percantik fotomu dengan fitur edit foto, tambahkan watermark agar produkmu tidak dipakai oleh orang lain,” tandasnya. (Humas Demak)