Nov 08

Perempuan Harus Cerdas & Ber-Attitude

DEMAK – Dalam setiap derap pembangunan, perempuan memiliki peran yang cukup besar. Saat ini wanita tidak hanya menjadi “konco wingking” atau seorang yang hanya mengurusi masalah dapur dan anak saja. Seorang wanita dapat berkiprah disegala bidang yang dikehendakinya tanpa melupakan kodratnya.

Di tangan perempuan lah, akan tercipta generasi pembangunan yang berkualitas. Maka dari itulah, setiap perempuan tidak hanya cerdas, pintar dan ber-attitude, namun juga harus sehat jasmani dan rohani. Harus memiliki bekal agama yang kuat. Hal ini dikarenakan, setiap perempuan merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya.

Hal itu disampaikan Kepala Bagian Kesra Setda Demak Anang Badrul Kamal, S.Sos.M.Si. saat membuka seminar yang diselenggarakan Komisi Pemberdayaan Perempuan dan Pembinaan Seni Budaya Islam Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Demak yang mengambil tema Peran Perempuan dalam Masyarakat dan Rumah Tangga, Rabu (7/11).

Anang menyampaikan apresiasinya dengan kegiatan ini, karena merupakan salah satu upaya membuka cakrawala pengetahuan perempuan yang ada di Demak. Terlebih seminar juga diikuti para pengasuh pondok pesantren.

“Saya berharap banyak terhadap keberadaan ponpes sebagai tempat pendidikan agama yang berkualitas. Sehingga meski memiliki karier, para perempuan di Demak tidak akan melupakan kodratnya”, ungkap Anang.

Mengingat pentingnya peran perempuan, lanjutnya, Pemerintah Kabupaten Demak melakukan berbagai upaya untuk memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak. Kita selalu memberikan pendampingan kepada setiap perempuan yang mengalami masalah hukum, baik itu KDRT maupun perdagangan manusia.

“Melalui Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) “Harapan Baru”, Pemerintah melakukan pendampingan kepada perempuan sebagai pihak korban. Seperti korban KDRT akan diberikan bimbingan konseling, mengingat korban KDRT tidak hanya mendapatkan luka fisik, namun juga luka psikis yang harus mendapatkan pengobatan,” jelasnya.

Dia menambahkan, segala upaya terus dilakukan agar kasus kekerasan kepada perempuan dan anak dapat ditekan. Karena itulah, tahun 2018 ini Pemkab Demak mendapatkan penghargaan Kabupaten layak anak (KLA) tingkat pratama.

“Tak hanya itu saja, Pemkab Demak juga terus berupaya menekan kesenjangan gender. Salah satu upaya nyata adalah dengan mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 07 tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengarus Utamaan Gender (PUG). Selain itu, setiap OPD di Kabupaten Demak juga telah melaksanakan anggaran responsif gender. Ini merupakan bukti nyata keberpihakan Pemkab Demak dalam kesetaraan gender,” pungkasnya. (Humas Demak)