Nov 08

Pemkab Demak Sangat Serius Terhadap DD/ADD

DEMAK – Pemerintah Kabupaten Demak sangat serius dalam menyikapi pengelolaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) guna mengantisipasi jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam pengelolaannya. “Jangan sampai desa-desa terjerumus dalam pengelolaan DD/ADD,” ungkap Asisten Pemerintahan Sekda Demak Ahmad Nur Wahyudi, SH, MH saat menerima kunjungan kerja komisi A DPRD Kabupaten Demak di Ruang Rapat Staf Ahli Bupati Demak, Rabu (7/11).
Mengantisipasi sekaligus mencegah terjadinya penyimpangan DD/ADD, Wahyudi mengaku bahwa pihaknya telah membuat projek perubahan berupa strategi pengawasan dan pembinaan desa terpadu menuju Desa Waskita. “Desa Waskita dibuat agar desa secara mandiri bisa mengawasi keuangannya sendiri secara akuntable, sebab output aplikasi tersebut dapat diakses masyarakat karena sifatnya yang transparan,” paparnya.
Inspektur Kabupaten Demak Kurniawan Arifendi, ST menjelaskan bahwa Desa Waskita dimaksudkan sebagai bentuk dukungan kepada Pemerintah pusat terkait pengendalian pengelolaan keuangan desa khususnya DD, sehingga tersaji laporan pertanggungjawaban yang akuntable dan transparan. Kurniawan menambahkan, aplikasi desa waskita merupakan yang pertama di Jawa Tengah dan Indonesia.
Rombongan yang berjumlah lima belas anggota tersebut dipimpin oleh ketua komisi A kabupaten Tuban HM. Miyadi, S.Ag, MM. Ia mengatakan, pihaknya akan mengaplikasikan sistem pengelolaan DD/ADD seperti apa yang telah diterapkan di Demak. “Semoga ke depan di Kabupaten Tuban tidak ada lagi kejadian kepala Desa masuk bui dikarenakan penyimpangan DD/ADD, mengingat pada beberapa tahun terakhir ini di wilayah kami sudah ada enam kades yang tersandung kasus penyimpangan DD/ADD,” harapnya. (Humas Demak)