Dec 04

Aparat Pemerintah Desa Harus Samakan Persepsi, Kamunikasi dan Koordinasi

DEMAK – Keberhasilan sebuah desa bergantung pada aparatur pemerintahan desa dan BPD-nya dengan didukung seluruh masyarakat. “Saya minta seluruh aparatur pemerintah desa harus menyamakan langkah dan menyamakan persepsi bahwa berbagai kegiatan yang dilakukan adalah untuk kesejahteraan masyarakat. Hindari konflik dan arogansi. Perkuat komunikasi dan koordinasi”. Itulah pesan Bupati Demak HM.Natsir saat membuka kegiatan pembinaan kewilayahan dalam rangka mewujudkan desa yang maju, mandiri, sejahtera dan kompetitif di wilayah Kecamatan Karangawen, Mranggen dan Kebonagung di Balai desa Brambang, Karangawen, Selasa(4/12).
Menambahkan, kemandirian tidak hanya diukur dari kewenangan saja, tetapi juga bagaimana kewenangan dapat dilaksanakan menggunakan sumber daya yang dimiliki. Terlebih sejak 2015 lalu anggaran untuk desa selalu meningkat. “Maka sudah seharusnya dana tersebut digunakan dengan sebaik-baiknya. Tidak hanya untuk pembangunan fisik saja, namun juga untuk berbagai pemberdayaan masyarakat,” jelas HM.Natsir.
Menurutnya, proses dan mekanisme pembangunan desa harus melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari tata cara perencanaan, pelaksanaan sampai penganggarannya yang dilakukan secara transparan dan penuh tanggung jawab. “Layani dengan baik dan beri kemudahan pada masyarakat, hal ini selaras dengan gerakan revolusi mental yang tengah kita gerakkan yaitu Gerakan Demak Melayani, Gerakan Demak Bersih, Gerakan Demak Tertib dan Gerakan Demak Mandiri,”pungkasnya.
Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Demak dr. Singguh Setyono, M.Kes menyampaikan bahwa desa seharusnya memiliki data base yang meliputi data kemiskinan, data anak putus sekolah, data anak dengan gizi buruk dan stunting, data orang jompo, janda tua, serta data ibu hamil dengan resiko tinggi.
Selain itu Singgih menjelaskan kunci keberhasilan sebuah desa jika aparatur pemerintahnya transparan, efektif dan efisien, akuntabel (bisa dipertanggungjawabkan), punya daya ungkit, konsultasi, komunikasi dan koordinasi. “Sementara sering muncul masalah di desa karena hubungan yang tidak harmonis antar aparatur pemerintah desa, saling curiga, iri, suka menyalahkam orang lain, malas, suka menunda dan sudah merasa amam di zona nyaman,”ungkapnya.
Untuk itu Singgih memberikan solusi dengan memperbaiki koordinasi, komunikasi, saling menghargai dan menghormati, mau belajar lebih baik, membuat perencanaan yang baik dan membuat tim dengan tupoksi yang jelas. (Humas Demak)