Jan 07

Combine Harvester Dongkrak Produksi Pertanian

DEMAK – Sebagai salah satu daerah penyangga pangan ke tiga di Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Demak terus melakukan upaya dalam mendongkrak produksi padi. Salah satunya dengan menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) kepada Petani di Demak.
Dengan lahan seluas 52.315 hektar dan dua kali masa panen dalam setahun, pertanian di Demak membutuhkan combine harvester agar memudahkan Petani saat panen.
Kepala Dinpertan dan Pangan Kabupaten Demak Ir. Wibowo, MM yang didampingi Kabid Sarana Prasarana dan penyuluhan Dra. Sri Lestari menjelaskan, sejak tahun 2012 sampai dengan 2018 Kementrian Pertanian RI telah berikan bantuan sebanyak 37 Combine Kecil, 10 combine sedang, dan Combine Besar sejumlah 26 Unit. “Untuk area pertanian Demak yang kadar lumpurnya lebih dari 30 centi meter sangat dibutuhkan combine besar. Oleh karena itu, pihak kami akan terus berusaha agar bantuan alsintan berupa combine harvester besar dari Pemerintah jumlahnya bisa ditambah,” ungkapnya.
Menurut Bowo, apabila dicermati dengan seksama, banyak manfaat penggunaan combine harvester ini. Manfaatnya antara lain menambah volume capaian kinerja petani, mempercepat masa kerja, meningkatkan produksi pertanian, mengurangi biaya operasional dan mengatasi kekurangan tenaga kerja. Selain itu, alat tersebut juga mendongkrak nilai gengsi bertani, dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Untuk mengoptimalkan alsintan yang beredar di petani, kata Bowo,
harus ada manajemen atau organisasi yang mengatur penggunaannya. Petani juga harus memiliki kesadaran cukup untuk memilih penggunaan alsintan daripada manual dan apabila belum maka mereka diberikan sosialisasi pemahaman. Selain itu juga harus ada kerja sama yang erat antara petani, dinas pertanian dan kelompok tani serta ada sistem pengelolaan yang profesional yang memungkinkan petani bisa memperoleh manfaat ganda dari pengelolaan alsintan.
“Alat dan mesin pertanian menjadi optimal tatkala dimanfaatkan secara maksimal. Karena itu, apabila setiap luasan sawah tertentu tersedia alsintan yang cukup, kemudian petani dapat bekerjasama dengan Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA), dan alat dapat berfungsi baik dengan organisasi pengaturnya bertindak profesional, maka pemanfaatan alsintan akan optimal,” tutur Bowo. (Humas Demak)