Jan 09

Expose Buku Sejarah Demak, Bupati Minta Dicetak Massal

DEMAK – Bupati Demak HM. Natsir minta agar buku sejarah Demak dapat dicetak secara massal dan dapat dimiliki oleh seluruh lapisan masyarakat. Karena dengan adanya buku tersebut nantinya dapat memperkenalkan pariwisata di Kabupaten Demak. hal itu disampaikan saat berikan sambutan pada Ekspose Buku Sejarah Sultan Fattah, Masjid Agung Demak Dan Kasultanan Bintoro Demak di Gedung Gradika Bina Praja, Rabu (9/1).
Pada kesempatan tersebut Bupati menjelaskan, Raden Fatah merupakan salah satu sosok umaro’ yang ulama. “Artinya, beliau mampu memposisikan diri sebagai seorang pemimpin dan juga sebagai seorang kyai. Pemimpin yang tetap mengedepankan ahlaqul karimah dan mengabdikan diri untuk perjuangan Agama Islam,” katanya.
Mengenang jasa Sultan Fatah masa lampau, lanjutnya, tentunya kita juga dapat mengingat kembali sejarah kebesaran dan kejayaan Islam di nusantara. “Apalagi Sultan Fatah merupakan pemimpin Kerajaan Islam pertama di Tanah Jawa. Tahun 1475 Masehi Pabu Brawijaya V memberikan anugerah kepada Raden Fattah sebagai Adipati dengan gelar Adipati Notoprojo yang berkedudukan di Glagah Wangi,” imbuhnya.
Bupati berharap dengan adanya buku ini, masyarakat luas khususnya warga Demak dapat lebih memahami sejarah Demak serta dapat digunakan sebagai dasar pengetahuan bagi anak-anak sebagai generasi penerus. Mengingat dibawah kepemimpinan Sultan Patah, Kasultanan Bintoro berada di puncak kejayaan keislaman di nusantara.
Sementara Kepala Kementerian Agama Kabupaten Demak Ahmad Samsudin, S.Ag. MH. Mengatakan expose buku ini merupakan karya besar bagi generasi yang akan mewarisi budaya di Kabupaten Demak. Selain itu, Buku sejarah itu merupakan sebuah instrumen perekam jejak sejarah bila tidak di lestarikan akan menghilangkan nilai sejarah itu sendiri. “Mudah-mudahan buku ini menjadi sebuah buku yang menjadi panutan dan akurat sehingga generasi kita tidak akan kebingungan,” katanya.
Turut hadir dalam acara tersebut Ketua MUI Kabupaten Demak Muhammad Asyiq, sebagai narasumber Prof. Dr. Joko Suryo dari UGM, Tim Peneliti dari UIN Walisongo Semarang Drs. Anasom. M.Hum. dan Dr. Naili Anafah, SHI, M.Ag., pengurus BKM Kabupaten Demak dan tim penyusun buku Ta’mir Masjid Agung Demak. (Humas Demak)