Feb 07

Pengelolaan Sampah Di Kabupaten Demak

DEMAK – Sampah merupakan salah satu penyebab masalah lingkungan yang banyak terjadi di masyarakat. Sebagaimana slogan program Bupati Demak “satu sampah sejuta masalah”. “Jika seribu orang membuang sampah pasti akan menumpuk, jadi harus dikelola dengan baik.” Jelas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak melalui Kabid Pengelolaan Sampah Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas, Kurnia Zauharoh, SE, MM. pada Senin (4/2).
Pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi masalah sampah adalah dengan mendirikan bank sampah. Bank sampah memiliki peran untuk menampung sampah yang datang dari masyarakat dan sebagian diolah agar dapat menjadi sesuatu yang lebih berguna atau dijual ke pengepul. “Dengan mengelola sampah akan menjadi berkah, oleh karena itu harus didirikan bank sampah untuk mengurangi sampah” Tambah Kurnia.
Kurnia menambahkan, saat ini Kabupaten Demak memiliki 2 (dua) Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berada di Kalikondang Kecamatan Demak dan di Candisari Kecamatan Mranggen. Sampah dari rumah tangga harus dioleh terlebih dahulu sehingga pembuangan akhir tidak harus di TPA. “Sampah yang dibuang di TPA semestinya sampah residu, oleh karena itu sampah di tingkat rumah tangga harus dikelola terlebih dahulu, seperti sisa makanan jika tidak habis bisa diberikan ke hewan ternak” jelasnya.
Kurnia juga menerangkan, terdapat 243 desa dan 6 kelurahan di Kabupaten Demak, jika setiap desa mempunyai 1 (satu) bank sampah untuk mengelola sampah maka harapan Kabupaten Demak menjadi bersih dan bebas dari sampah akan terwujud, sehingga penghargaan Adipura dapat diraih. “Sampah memang sumber masalah, namun jika dikelola dengan benar akan menghasilkan berkah, untuk itu marilah kita menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarang” pungkasnya. (Humas Demak)