Feb 08

Pendidikan Anti Korupsi Sentuh DWP Kabupaten Demak

DEMAK – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Demak mendapatkan materi pendidikan anti korupsi saat pertemuan rutin DWP Kabupaten Demak di Ruang pertemuan Wakil Bupati, Kamis (7/2). Ketua DWP Kabupaten Demak Nani Singgih mengatakan, wanita merupakan sekolah pertama bagi anak-anaknya. Diharapkan usai mengikuti acara tersebut para Ibu bisa menerapkan pendidikan anti korupsi kepada anak-anaknya sejak dini.
Pada kesempatan tersebut, Inspektur Kabupaten Demak Kurniawan Arifendi, ST yang hadir dan memberikan materi menjelaskan, korupsi bukan lagi masalah lokal, melainkan suatu fenomena transnasional yang mempengaruhi semua masyarakat dan ekonomi sehingga mendorong perlunya kerjasama internasional dalam hal pencegahan dan pemberantasan korupsi.
Lebih lanjut Kurniawan mengatakan, salah satu hal kenapa di Indonesia korupsi semakin sulit diberantas. Hal itu dikarenakan korupsi sudah mendarah daging, sehingga perilaku korupsi sudah menjadi hal yang biasa dan bukan lagi dianggap sebagai penyakit yang harus segera disembuhkan. “Tradisi memberi hadiah, ucapan terimakasih, dan upeti berpeluang berkembangnya perilaku tindak pidana korupsi,” imbuhnya.
“Praktik sederhana seperti ini kalau bisa kita ubah bersama-sama, itu bisa menjadi sesuatu yang lebih signifikan,” lanjut Dia.
Oleh karena itu, Kurniawan mengajak para Ibu untuk menerapkan kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, mandiri, adil, berani dan peduli dalam mendidik anak-anaknya. Menurut Dia, pendidikan sejak dini bisa memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan kualitas karakter anak. “Sehingga diharapkan terbentuk generasi Indonesia yang anti korupsi,” pungkasnya. (Humas Demak)