Feb 08

19.355 Warga Demak Wajib Lapor SPT Tahunan

DEMAK – Lebih dari 19.000 warga Kabupaten Demak wajib melaporkan SPT Tahunan via e-filling. Demikian diungkapkan Kepala Kantor Pajak Pelayanan (KPP) Pratama Kabupaten Demak melalui Kasie Ekstensifikasi dan Penyuluhan KPP Pratama Kabupaten Demak, Syarifudin di ruang kerjanya, Kamis (7/2). “Lebih dari 19 ribu warga Demak sudah memiliki NPWP aktif. Maka, mereka wajib lapor SPT Tahunannya. Syukur-syukur kalo lewat e-filling”, tutur Syarifudin.
Menurutnya, saat ini baru 768 wajib pajak yang melaporkan SPT tahunannya. “Padahal target kita minimal 90% WP laporan. Kami optimis target bisa terpenuhi. Mengingat jumlah WP yang lapor bisa melonjak tajam jika mendekati batas akhir penyampaian SPT Tahunan. Yakni pada 31 Maret mendatang”, keluhnya.
Dia menuturkan ada banyak faktor yang dihadapi para wajib pajak. Salah satunya karena belum menerima bukti potong yang dikeluarkan oleh bendahara gaji. “Rata-rata wajib pajak belum menerima bukti potong. Padahal itu merupakan syarat utama dalam pengisian SPT Tahunan. Kalau ga ada bukti potong, ya ga bisa laporan”, jelasnya.
Maka dari itulah itulah, dia menghimbau kepada seluruh bendahara gaji maupun bagian keuangan pada perusahaan yang ada di Kabupaten Demak untuk segera mengeluarkan bukti potong. “Lebih cepat lebih nyaman. Kalau menunggu batas akhir, nanti pasti akan mengantri”, tuturnya.
Untuk mencapai target yang ditentukan, KPP Pratama Kabupaten Demak melakukan beberapa upaya. Salah satunya adalah dengan melakukan edukasi dan sosialisasi kepada Wajib pajak dalam mengisi SPT tahunannya. “Kita lakukan jemput bola. Door to door. Sehingga wajib pajak semakin aktif dalam melapor”.
Hal senada juga diungkapkan oleh Yudi Fitrianto, salah satu petugas penyuluh KPP Pratama Kabupaten Demak. “Kita datang ke kantor-kantor untuk melakukan bimbingan dan penyuluhan. Kita bimbing wajib pajak untuk mengisi SPT Tahunannya. Dengan demikian data yang diberikan juga lebih akurat,” tuturnya.
Yudi menjelaskan bagi pengisian SPT Tahunan bagi wajib pajak harus berdasarkan pada jumlah penghasilan yang diterimanya dalam satu tahun “Jika penghasilan orang tersebut kurang dari 60 juta, bisa menggunakan form 1770 SS. Jika diatas 60 juta memakai form 1770 S. Tapi kalo memiliki usaha, memakai form 1770”.
“Apa yang dicantumkan harus sebenar-benarnya. Termasuk harta dan kewajiban yang dimiliki. Kalau memang memiliki rumah, mobil, motor, ya laporkan. Kalau memiliki tanggungan, misal rumahnya masih nyicil, ya tulis saja,” ungkapnya.
“Jika kurang jelas, silahkan datang ke KPP Pratama Demak, jalan Sultan fatah Nomor 1 Demak. Petugas kami akan siap menjelaskan dan membibing wajib pajak”, pungkasnya. (Humas Demak)